ELECTRO THERAPY(TENS)


ELECTRO TEHRAPY (TENS)

    Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) Merupakan suatu cara penggunaan energi listrik yang digunakan untuk merangsang sistem saraf dan peripheral motor yang berhubungan dengan perasaan melalui permukaan kulit dengan penggunaan energi listri yang terbukti efektif untuk merangsang berbagai tipe nyeri.

    Tens mampu mengaktivasi baik syaraf berdiameter besar maupun kecil yang akan menyampaikan berbagai informasi sensoris kesaraf pusat, Efektifitas TENS dapat diterangkan lewat teori gerbang kontrol.

A. Bentuk Gelombang

1. Monophasic Memiliki bentuk gelombang rectangular, triangular dan gelombang separuh sinus searah


2. Biphasic memiliki bentuk gelombang simetris

3. Polyphasic ada rangkaian gelombang sinus dan benttuk interfensi atau campuran

B. Frekuensi Pulse

    Frekuensi pulsa merupakan kecepatan/pulsa rate yang terjadi pada setiap second sepanjang durasi arus listrik yangmengalir, Frekuansi juga dapat berkisar 1-200 pulsa/detik, Frekuensi juga menyebabkan tipe respon terhadap motoris maupun sensoris, Frekuensi pulsa tinggi >100 pulsa/detik menimbulkan respon kontraksi dan stabilitas getaran sehingga otot cepat lelah.
    Frekuensi arus listrik renddah cenderung bersifayt iritatif terhaddap jaringajn apabila intensitas tinggi, Arus listrik frekuensi menengah bersifat lebih konduktif untuk stimulasi elektris, karena tidak menimbulkan tahanan kulit atau bersifat iritatif dajn mempunyai penetrasi yang lebih dalam.

C. Tipe-Tipe Arus TENS

1. High Frequenct TENS

  • Frekuiensi Tens biasa dikenal juga dengan conventional Tens
  • Diaplikasikan arus frekuensi tinggi dan intensitas rendah
  • Tipe arus ini dapat merangsang serabut afferent berdiameter besar (A-Beta) untuk mencegah aktivitas nosisensorik: dapat menurunkan pelepasan neurotrans mitter excitatory seperti aspartate dan glutamate: dapat meningkatkan pelepasan neurotransmitter inhibitor seperti gammaHight.
  • Aminobutyric acid (GABA) and serototin
  • Frekuensi yang digunakan adalah >80 Hz.
  • Frekuensi > 100 Hz menghasilkan sensasi paraesthesia yang nyaman tanpa kontraksi otot.
  • Durasi pulse yang pendek (50 - 80s) atau < 150s, biasa digunakan adalah 100s.
  • Intensitas yang biasa digunakan adalah 12 - 30 mA
  • Lebih efektif diaplikasikan pada nyeri aktualitas tinggi
2. Low Frequenct TENS
  • Biasa dikenal sebagai acupunture-like TENS.
  • Diaplikasikan frekuensi rendah dengan intensitas tinggi.
  • Frekuensi yang digunakan adalah 1 - 5 Hz, atau < 10 Hz, intensitas tinggi yang digunakan adalah > 30 mA.
  • Durasi pulse panjang yang digunakan adalah > 200s
  • Menghasilkan stimulus yang tajam dan muncul seperti muscle twitch; pasien merasakan paraesthesia dan
    kontraksi otot (twitching type).
  • Secara utama, merangsang serabut afferent A-delta dan tipe C untuk menghasilkan pelepasan endogenous opioid yang cukup (pelepasan endorphins dan encephalin) melalui sistem descendeng pain suppression memiliki efek blocking terhadap transmisi sirkuit nyeri.
3. Brust TENS
  • Menggunakan frekuensi tinggi, durasi pulse yang singkat, dan intensitas yang tinggi.
  • Burst TENS adalah serangkaian impuls yang diulang selama 1 - 5 kali per detik.
  • Gabungan/Campuran antara Conventional dan Acupuncture TENS
  • Frekuensi pulse trains adalah 1 - 4 Hz (biasa 2 Hz), memiliki 2 - 3 burst/detik, setiap burst berlangsung selama 70 ms dengan internal frekuensi burst sebesar 100 Hz.

D. Penggunaan aplikasi TENS

 1. Aplikasi TENS pada ischialgia

    Shialgia berasal dari kata"ischialgia " yang berarti pinggul dan "algos" yang berarti nyeri. nyeri ini terasa pada punggung bawah dan panggul lalu menjalar turun hingga ke paha dan kaki. Penyebab utamanya adalah disfungsi dari nervus ishiadicus. Nervus ishiadicus merupakan saraf terpanjang pada tubuh manusia. Saraf ini berasal dari spinal lse


 2. Aplikasi TENS pada Neck Pain

    Pada saat stimulasi nyeri menggunakan Transcutaneous elektricl Nerve Stimulation (TENS ) pasien akan berkonsentrasi pada rasa stimulati Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation. Rangsangan akan dihantarkan melalui serabut

3. Aplikasi TENS pada shoulder pain

Posisi pasien : pasien berbaring terlentang Pelaksanaan :

• Diletakan pada anterior dan posterior

glenohumeral joint bahu kiri pasien

• nyalakan alat dengan mengatur waktu 10 menit dan intensitas sesuai toleransi pasien

• setelah selesai matikan alat rapikan kembali.

E. Kekurangan Dan Kelebihan Tens

    Keuntungan dari menggunakan TENS adalah bahwa tidak seperti menghilangkan rasa sakit oleh obat, karena tidak menimbulkan ketagihan, tidak menyebabkan kantuk atau mual, dan dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan. Namun penggunaan alat terapi TENS saat ini pada umumnya tidak praktis karena diperlukan ketyerampilan dan pengetahuan khusus untuk menyesuaikan program yang ada pada alat terapi TENS dengan keluhan dan jenis terapi yang diinginkan.

F. Referensi

  • https://id.scribd.com/doc/116829162/TENS
  • https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-tens
  • https://id.scribd.com/document/595586530/Makalah-Kel-15-IT-Elle-Tens-Machine


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ELECTRO THERAPY(TENS)"

Posting Komentar