KARYA TULIS ILMIAH OXYGEN CONCENTRATOR

BAB I

PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Oksigen merupakan gas yang sifatnya tidak berwarna dan tidak dapat digenggam karena wujudnya yang tidak berbentuk tak dapat dilihat oleh mata. Oksigen perlu bergabung dengan unsur – unsur lainnya untuk menghasilkan oksida. Dalam peranannya oksigen sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup yakni manusia, hewan dan tumbuhan, tanpa oksigen semuamakhluk hidup tidak bisa hidup karena tidak ada bahan bakar untuk menunjang kehidupan.

Oksigen merupakan salah satu gas yang penting dalam proses pernafasan pada manusia. Karena didalam paru-paru oksigen inilah yang akan bertukaran dengan karbondioksida. Ketika seseorang memiliki oksigen yang konsentrasinya rendah maka diperlukan alat untuk menunjang dan memberikan oksigen murni yang memiliki konsentrasi tinggi, alat tersebut adalah oxygen concentrator. Penelitian Dian safitri makalah praktikum oxygen consentrator (Dian Safitri, 2019) .

Pada pembuatan tugas akhir ini, alat oxygen consentrator yang rusak terdapat pada RSUD Banyumas, alat oxygen consentrator yang rusak di RSUD Banyumas adalah oxygen consentrator merk Sequal type integra, kerusakan pada alat ini yaitu terjadinya kerusakan pada tombol kontrol, rangkaian power supply dan lcd tidak menampilkan indikator aliran flow meter atau ngeblank, dan motor penghisap udara tidak berfungsi sehingga alat tidak bisa dioperasikan dengan baik.

Berdasarkan latar belakang yang ada penulis tertarik untuk menyusun tugas akhir dengan judul :

PERBAIKAN OXYGEN CONSENTRATOR MERK SEQUAL TYPE INTEGRA”

1.1   Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah diatas maka penulis merumuskan masalahnya sebagai berikut :

1.      Bagaimana cara mengidentifikasi kerusakan pada alat oxygen consentrator merk sequal type integra.

2.      Bagaimana cara memperbaiki kerusakan pada alat oxygen consentrator merk sequal type integra.

3.      Bagaimana cara melakukan uji fungsi alat oxygen consentrator merk sequal type integra yang sudah diperbaiki.

1.2   Batasan Masalah

Dalam pembahasan tugas akhir penulis membatasi masalah, maksudnya bertujuan untuk membatasi pelebaran masalah. Batasan masalah tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Alat yang dijadikan objek penelitian adalah alat oxygen consentrator merk sequa type integra.

2.      Analisis dan perbaikan kerusakan pada bagian yang rusak dari alat oxygen consentrator merk sequal type integra.

3.      Melakukan uji fungsi, tidak sampai tahap kalibrasi alat oxygen consentrator merk sequal type integra. 

1.3   Tujuan Penelitian

Dalam memperhatikan pembahasan yang dibuat oleh penulis, Tugas akhir ini menyampaikan tujuan yang hendak dicapai. Adapun maksud dari tujuan disusunya karya tulis ini adalah :

1.      Dapat mengidentifikasi dan mengetahui kerusakan pada alat oxygen consentrator merk sequa type integra.

2.      Dapat memperbaiki kerusakan pada alat oxygen consentrator merk sequal type integra.

3.      Melakukan uji fungsi pada alat oxygen consentrator merk sequal type integra setelah melakukan perbaikan di RSUD Banyumas.

1.4   Manfaat Penelitian

Dalam pembuatan karya ilmiah ini adapun manfaat dari penelitian adalah sebagai beerikut :

1.      Bagi Pengguna : Bagi pengguna alat yang sudah diperbaiki maka alat dapat dioperasikan atau digunakan seperti semula.

2.      Bagi institusi : Sebagai referensi pustaka pembelajaran bagi pembaca dalam mempelajari cara perbaikan alat oxygen consentrator.

3.      Bagi Penulis :

Dapat digunakan untuk menambah wawasan ilmu khususnya tentang perbaikan khusunya di alat kesehatan.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1   Tinjauan Pustaka

Pada penelitian sebelumnya yang dibuat oleh Dian Safitri dari progam studi Teknik Elktromedik poltekes Jakarta yaitu penelitian tentang alat oxygen consentrator merk M50 yang sudah di lengkapi dengan nebulizer. Setelah melakukan praktikum penulis dapat menyimpulkan bahwa alat oxygen concentrator adalah alat yang digunakan untuk mengubah udara ruangan menjadi oksigen murni dengan konsentrasi tinggi. Oxygen concentrator yang digunakan dalam praktikum bermerk M50, dimana ternyata alat oxygen concentrator ini dilengkapi juga dengan nebulizer. Ketika melakukan pengoperasian, penulis dapat mengetahui bahwa pada saat konsentrasi oksigen < 85-86% maka lampu indikator akan menyala dan berwarna merah. pada penelitian tersebut bertujuan agar dapat mempelajari lebih lanjut tentang alat oxygen consentrator.Penelitian Dian Safitri Makalah praktikum oxygen consentrator (Dian Safitri, 2019)

Pada kesempatan kali ini penulis membuat karya ilmiah tentang perbaikan alat oxygen consentrator merk sequal type integra yang mengalami kerusakan kerusakan pada tombol kontrol, rangkaian power supply, lcd tidak menampilkan indikator aliran flow meter atau ngeblank dan motor penyedot udara tidak berfungsi, berdasarkan tinjauan pustaka diatas melakukan perbaikan hal ini bertujuan agar alat oxygen consentrator tersebut dapat digunakan kembali.

2.2   Teori Penunjang

Untuk melakukan penelitian penulis memberikan beberapa teori penunjang agar dapat melakukan penelitian dan memperbaiki alat oxygen consentrator dangan baik.

2.2.1        Oxygen Consentrator

Oxsigen Concentrator adalah alat untuk membantu masalah pada pernapasan,termasuk mencairkan dahak pada tenggorokan yang sulit untuk dikeluarkan, melancarkan peredaran darah, menghancurkan lemak yang tidak dibutuhkan, membantu metabolisme tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, membuang toksin didalam darah, mengaktifkan selpada otak serta menghilangkan rasa lelah dan tegang pada tubuh, serta meremajakan kulit untuk memperlambat proses penuaan. Oksigen merupakan gas yang sifatnya tidak berwarna dan tidak dapat digenggam karena wujudnya yang tidak berbentuk tak dapat dilihat oleh mata. Oksigen perlu bergabung dengan unsur – unsur lainnya untuk menghasilkan oksida. Dalam peranannya oksigen sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup yakni manusia, hewan dan tumbuhan, tanpa oksigen

semua makhluk hidup tidak bisa hidup karena tidak ada bahan bakar untuk menunjang kehidupan.

Mesin yang menggunakan bahan baku berbentuk udara dan didukung dengan dunia teknologi yang sudah berkembang sangat pesat membuat penyerapan ayunan pada tekanan disesuaikan dengan diameter molekul yang berbeda, suhu ruangan, molekul saringan nitrogen dan gas lainnya dapat isolasi oksigen murni dari udara di sekitar. Oxygen concentrator berperan penting pada penderita asma, karena pada dasarnya penyakit asma timbul akibat kurangnya asupan oksigen ke dalam tubuh. Inti dari fungsi oksigen concentrator selain membantu masalah pernafasan mesin ini pun menyalurkan oksigen murni yang cukup di dalam darah. Kini oxygen concentrator bukan hanya terdapat di rumah sakin atau di klinik aja, akan tetapi dapat di miliki oleh Anda, terlebih lagi jika Anda memiliki masalah pada pernafasan, mesin ini sangat bermanfaat untuk Anda. Mesin oxygen concentrator bukan hanya berbentuk besar dan berbobot berat, kini mesin oksigen concentrator pun ada yang sudah portable sehingga tidak banyak memakan tempat dan mudah untuk di bawa, maka fungsi oxygen concentrator pun bisa Anda dapatkan dimana saja.

Oxygen concentrator merupakan perangkat alat elektronik yang memberikan oksigen murni untuk tubuh. Konsentrator oksigen ini terpisah dari udara kamar dan memberikan konsentrasi tinggi oksigen langsung ke tubuh melalui kanula ke dalam hidung. Pada studi klinis terapi menggunakan oxygen consentrator tercatat bahwa terapi tersebut setara dengan jenis lain dari sistem pengiriman oksigen. Oxygen concentrator dapat di gunakan untuk P3K, Rumah, Kantor, Apartemen, Fitnes & Sport Club, Rumah Sakit, Klinik, Spa & Souna, Hotel, Pabrik, Sekolah, Fish pond, Perikanan, Aquarium, Refleksi, Salon, Cafe dan Bar. Karena sejatinya meskipun oxygen concentrator merupakan alat medis Fungsi Oxygen Concentrator bukan hanya dikenakan untuk orang sakit saja tetapi bisa digunakan sebagai alat refleksi tubuh. Penelian Dian Safitri Makalah praktikum oxygen consentrator (Dian Safitri, 2019) 

2.2.2        Metode pemberian oksigen / Terapi oksigen

Terdapat tiga metode yang direkomendasikan untuk pemberian oksigen yaitu dengan menggunakan nasal prongs, kateter nasal dan kateter nasofaring. Nasal prongs atau kateter nasal lebih sering dipakai dalam banyak situasi. Nasal prongs merupakan metode terbaik dalam pemberian oksigen pada bayi muda dan anak dengan croup yang berat atau pertusis. Penggunaan kateter nasofaring membutuhkan pemantauan ketat dan reaksi cepat apabila kateter masuk ke esofagus atau timbul komplikasi lainnya. Penggunaan sungkup wajah atau headbox tidak direkomendasikan. Hospital care for children, terapi pemberian oksigen(HCFC,2016)

1.      Nasal prongs: Nasal prongs adalah pipa pendek yang dimasukkan ke dalam cuping hidung. Letakkan nasal prongs tepat ke dalam cuping hidung dan rekatkan dengan plester di kedua pipi dekat hidung . Jaga agar cuping hidung anak bersih dari kotoran hidung/lendir, yang dapat menutup aliran oksigen. Pasang aliran oksigen sebanyak 1–2 liter/menit (0.5 liter/menit pada bayi muda) untuk memberikan kadar-oksigen-inspirasi 30–35%. Tidak perlu pelembapan.

2.      Kateter Nasal: Kateter berukuran 6 atau 8 FG yang dimasukkan ke dalam lubang hidung hingga melewati bagian belakang rongga hidung. Tempatkan kateter dengan jarak dari sisi cuping hidung hingga ke bagian tepi dalam dari alis anak.Pasang aliran oksigen 1–2 liter/menit. Tidak perlu pelembapan.

3.      Kateter Nasofaring: Kateter dengan ukuran 6 atau 8 FG dimasukkan ke dalam faring tepat dibawah uvula. Letakkan kateter pada jarak dari sisi cuping hidung hingga ke arah telinga. Jika alat ini diletakkan terlalu ke bawah, anak dapat tersedak, muntah dan kadang-kadang dapat timbul distensi lambung. Beri aliran sebanyak 1–2 liter/menit, yang memberikan kadar-oksigen inspirasi 45-60%. Perlu diperhatikan kecepatan aliran tidak berlebih karena dapat menimbulkan risiko distensi lambung. Perlu dilakukan pelembapan.

2.2.3        Spesifikasi Oxygen Consentrator merk sequal type integra

Sebelum mengetahui lebih jauh objek yang ditulis dalam karya tulis ini, Ada baiknya mengetahui terlebih dahulu gambar dan spesifikasi alat tersebut, Berikut adalah Gambar 2.1 bentuk fisik dari alat oxygen consentrator merk sequal integra :

 

Gambar 2.1 Oxygen consentrator merk sequal type integra

sumber: manual service

-        Nama Alat                                 : Oxygen Consentrator

-        Merk                                          : Sequal

-        Type                                          : Integra

-        SN                                             : 2006005822

-        Aliran liter                                : 0,5 hingga 10,0 LPM

-        Konsentrasi Oksigen                 : 1,0 hingga 10,0 LPM 91 ± 3% di permukaan laut

-        Tekanan Outlet Oksigen         : Nominal 6.0 psig (41.4 kPa) 1 - Maksimum 11.0 psig (75.8 kPa)

-        Suhu Operasional                    : 50 ° F hingga 104 ° F (10 ° C hingga 40 ° C)

-        Filter                                         : Inlet Udara Kabinet, Inlet Kompresor, dan HEPA.

 

2.2.4        Bagian-bagian oxygen consentrator merk sequal type integra


Berikut adalah Gambar 2.2 bagian-bagian dari alat oxygen consentrator merk sequal type integra :

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.2 Bagian-bagian oxygen consentrator merk sequal type integra

sumber: manual service

Berikut adalah nama dari bagian-bagian tersebut :

1.      Handel                        : Untuk pegangan alat saat mau dipindahkan

2.      Tombol power            : Untuk mematikan dan menghidupkan alat

3.      Tombol control lpm    : Untuk mengatur keluaran oksigen

4.      Lcd indikator flow      : Untuk menampilkan display alat

5.      Outlet oxygen             : Tempat untuk keluarnya oksigen

 

2.2.5       Fungsi Oxygen Consentrator

Fungsi Mesin Oxygen Concentrator salah satunya adalah untuk membantu masalah pada pernapasan, termasuk mencairkan dahak pada tenggorokan yang sulit untuk dikeluarkan, melancarkan peredaran darah, menghancurkan lemak yang tidak dibutuhkan, membantu metabolisme tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, membuang toksin didalam darah, mengaktifkan sel pada otak serta menghilangkan rasa lelah dan tegang pada tubuh, serta meremajakan kulit untuk memperlambat proses penuaan.

Oksigen merupakan gas yang sifatnya tidak berwarna, tidak memiliki bau, tidak dapat dirasa dan tidak dapat digenggam karena wujudnya yang tidak berbentuk tak dapat dilihat oleh mata. Oksigen perlu bergabung dengan unsur unsur lainnya untuk menghasilkan oksida. Dalam peranannya oksigen sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup yakni manusia, hewan dan tumbuhan, tanpa oksigen semua makhluk hidup tidak bisa hidup karena tidak ada bahan bakar untuk menunjang kehidupan.

Oxygen consentrator juga berfungsi sebagai pengganti oksigen tabung saat dilaksanakannya operasi jika pasien membutuhkan oksigen murni saat dalam melakukan operasi.

 

2.2.6        Prinsip Kerja Oxygen Consentrator

Oxygen consentrator bekerja seperti mesin penyejuk udara, Cara kerja oxygen consentrator mengambil udara bebas dan memurnikannya untuk di gunakan oleh pasien yang membutuhkan oksigen karena tingkat oksigen yang ada di dalam tubuhnya rendah. Oxygen consentrator bekerja dengan :

-        Mengambil udara dari lingkungan bebas atau mengambil udara dari ruangan dan sekeliling alat tersebut.

-        Lalu menghapus atau menghilangkan nitrogen dari udara melalui filter atau saringan.

-        Menyesuaikan pengaturan konsentrasi atau pengiriman ke pasien.

 

2.2.7        Standart operational procedure (SOP) penggunaan

Semua alat elektronik khususnya dibidang kesehatan memiliki SOP sendiri agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. Berikut merupakan standart operational procedure oxygen consentrator:

-        Siapkan alat oxygen consentrator beserta alat

-        Pasang setiap aksesories ke alat tersebut

-        Hubungkan catu daya atau kabel power ke stop kontak

-        Hidupkan alat oxygen consentrator dengan menekan tombol On/Off, dan pastikan alat dalam posisi On

-        Atur flow meter oksigen yang di butuhkan dengan menekan tombol flow meter yang ada dialat

-        Pasang kanula nasal ke hidung pasien

-        Oksigen akan keluar melalui outlet oksigen dangan flow dan tekanan yang sudah di tentukan

-        Setelah selesai, matikan dengan menekan tombol On/Off, dan pastikan dalam posisi off

2.2.8        Troubleshooting alat

Keluhan atau gejala yang dialami oleh alat merupakan permasalahan yang sangat penting karena memungkinkan alat tidak bekerja maksimal, oleh karena itu harus terlebih dahulu menganalisa kerusakan yang kemungkinan terjadi pada alat. Berikut ini merupakan Tabel 2.1 pedoman troubleshooting oxygen consentrator merk sequal integra.

Tabel 2.1 Troubleshooting alat oxygen consentrator merk sequal type integra

No

Gejala

Penyebab

perbaikan

1.

Unit mati / tidak hidup

-Tidak ada catu daya

-Tombol On/Off rusak

-Fuse putus/Mati

-Rangkaian power supply (gulungan trafo, transistor, kapasitor, IC dioda)

-Periksa panel lisstrik

-Perbaiki / ganti

-Perbaiki / gnti

-perbaiki, ganti bila perlu

2.

-Alarm Suara bunyi

-Lampu Merah Berkedip

-Indikator Aliran Kosong

-Lampu Kembali Mati

-Lampu kembali nyala

-Kabel power lepas dari stop kontak / ke tarik

-Listrik mati

 

 

 

 

 

 

 

 

-Unit terlalu panas

 

 

-kerusakan pada kompresor

-Hubungkan kembali kabel power ke stop kontak / listrik.

-Tekan tombol On / Off untuk mematikan

Alat.

-Tekan tombol On / Off untuk memulai kembali unit ketika daya hidup kembali.

-Bersihkaan bukaan udara/fiter dan gunakan alat pada tempat yang bersih dan tepat.

-layanan perbaikan diperlukan/ganti.

3.

Tidak ada oksigen / aliran

-Humidifier atau pipa terhalang atau tertekuk

-Filter Udara Masuk diblokir/kotor

-Pembatasan dalam humidifier atau tabung

 

 

-Perbaiki selang / bersihkan selang, ganti jika diperlukan.

-Bersihkan semua filter.

-Lakukan maintenance tahunan.

-Perbaiki atau ganti humidifier sesuai.

yg dibutuhkan

-Kerusakan Bagian internal

1.Periksa motor stepper dalam aliran

katup kontrol,

2.Periksa tekanan yang tepat dari kompresor

4.

Oksigen / aliran rendah

-Filter Saluran Masuk Udara dibatasi

-bersihkan filter internal dan eksternal

 

-Komponen internal rusak atau tidak berfungsi

 

1) Periksa Tekanan Sistem (pada Adaptor DISS),

2) Ganti Assy ATF,

3)Kompresor mungkin perlu

pembangunan kembali.

5.

Lampu Kuning Menyala

Tombol macet

Perbaiki / ganti

 

Kecepatan Aliran tidak terlihat aktif

Tampilan Indikator Aliran

Kerusakan LCD

Perbaiki / ganti

7.

Alarm Suara

Lampu Merah Menyala

Indikator Aliran Kosong

Lampu Menyala

Kerusakan sistem

Lakukan pengecekan dan perbaikan

8.

Unit tidak berjalan

Kerusakan komponen internal/sistem

-Pengecekan Komponen internal pada PCBA

-Perbaiki /ganti

2.2.9        Pemeliharaan / perbaikan alat

Pemeliharaan pada alat meliputi seluruh tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap objek yang dirawat dalam hal ini Oygen consentrator merk sequal type integra. Pemeliharaan tersebut dibagi menjadi tindakan yang direncanakan dan tindakan yang tidak direncanakan.

Tindakan yang direncanakan merupakan tindakan pemeliharaan dan perbaikan yang bersifat rutin sebelum alat mengalami kerusakan. Sementara itu tindakan yang tidak direncanakan merupakan suatu kecelakaan tidak terduga sewaktu alat sedang atau tidak digunakan, misalnya kecelakaan akibat alat tidak terpasang kabel grounding, tersambar petir, serta kecelakaan tidak terduga seperti alat terjatuh. Hal-hal ini harus dapat diantisipasi dan ditangani sebagaimana mestinya.

1.      Pemeliharaan preventif

Pemeliharaan  preventif  meliputi  aspek  rekayasa  (engineering)  dan manajemen. Pada bidang rekayasa, pemeliharaan preventif meliputi: mendeteksi dan atau mengoreksi penggunaan peralatan yang ada, melalui analisa statistik kegagalan atau kesalahan atau berdasarkan catatan perbaikan yang telah ada.

Pekerjaan ini harus dilakukan secara tetap oleh orang yang benar-benar ahli dibidangnya dan dengan frekuensi yang tetap pula (misalnya dua kali dalam setahun).

Tingkat kerusakan alat akan menurun setelah pekerja mulai terbiasa menggunakan alat tersebut. Setelah melewati masa kritis, alat akan semakin sering mengalami gangguan sehingga perbaikan akan sering dilakukan, sampai masa pakai alat tersebut habis. Pada masa ini artinya alat tidak mungkin diperbaiki lagi.

Hal paling utama dalam pemeliharaan preventif adalah menentukan daftar pekerjaan. Tujuan utama dibuatnya daftar pekerjaan adalah untuk mengingatkan pekerja tentang alat apa yang harus diservis, apa yang harus dilakukan oleh teknisi atau pekerja (misalnya menguji atau mengukur arus atau tegangan pada titik tertentu, membersihkan alat, mengganti komponen, dan sebagainya). Dalam daftar ini juga akan tercantum prosedur pelaksanaan pemeliharaan yang harus di lakukan.

2.      Pemeliharaan korektif

Pemeliharaan ini bersifat memperbaiki (corrective maintenance) akan berkaitan dengan deteksi kerusakan, penentuan lokasi kerusakan, dan perbaikan atau penggantian bagian yang rusak. Tahapan pemeliharaan korektif dengan cara sebagai berikut.

-        Deteksi : Cek fungsi, Cek kinerja alat, Cek sesuai spesifikasi alat

-        Menentukan lokasi kerusakan : Cek fungsi tiap blog, komponen yang tidak bekerja dengan baik.

-        Perbaikan : Perbaiki atau ganti bagian yang rusak dengan yang baru.

2.3   Kerangka Pemikiran

Berikut ini merupakan gambar 2.3 kerangka pemikiran penulis yang ditunjukan sebagai berikut sebelum melakukan penelitian lebih jauh.

 

Gambar 2.3 Kerangka pemikiran


BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian adalah cara-cara yang digunakan dalam melakukan penelitian guna menghasilkan sebuah karya tulis ilmiah yang dapat di pertanggung jawabkan hasilnya, metode penelitian juga sangat menentukan kualitas hasil dari sebuah penelitian.

 

3.1   Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang akan digunakan dalam pelaksanaan pembuatan tugas akhir ini adalah penelitian observasi dan lapangan yang bersifat terapan, yang bertujuan untuk mengetahui sebab akibat langkah yang diambil serta mengamati hasil dari pengabilan langkah tersebut yang di tempuh.

 

3.2   Waktu Dan Tempat Penelitian

Adapun uraian dari waktu dan tempat pelaksanaan perbaikan yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :

Penulis melakukan perbaikan alat oxygen consentrator merk sequal type integra di RSUD Banyumas dan pembuatan laporan di lakukan di kampus ATEM Semarang diperkirakan membutuhkan waktu dari Januari-Juli 2020. Adapun jadwal kegiatan untuk penyusunan Tugas Akhir dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut ini.

Uraian kegiatan

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Juni

Juli

referensi

 

 

 

 

 

 

 

Pembuatan proposal

 

 

 

 

 

 

 

Analisa dan perbaikan

 

 

 

 

 

 

 

Analisa dan kesimpulan

 

 

 

 

 

 

 

Pembuatan KTI

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 3.1 Jadwal kegiatan penyusunan Tugas Akhir

 

3.3   Alat Dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan penelitin adalah sebagai berikut :

1.      Alat yang digunakan untuk melakukan perbaikan adalah sebagai berikut :

-        Multimeter analog dan digital

-        Obeng min

-        Obeng plus

-        Solder

-        Tang potong

-        Tinol

2.      Bahan yang digunakan untuk melakukan perbaikan adalah sebagai berikut:

-        Oxygen consentrator merk sequal type integra

-        Intruction manual oxygen consentrator merk sequal type integra

-        Manual service oxygen consentrator merk sequal type integra

 

3.4   Blog diagram oxygen consentrator merk sequal type integra :


Berikut ini adalah blog diagram oxygen consentrator merk sequal type integra yang dapat dilihat pada gambar 3.1 dibawah ini :

 

 

 

 

 

  

Gambar 3.1 blog diagaram oxygen consentrator merk sequal type integra

Keterangan blog diagram :

1.      Power Supply :Pada rangkaian power supply akan memberikan catu daya atau tegangan pada setiap rangkaian melalui trafo pembagi tegangan

2.      Microcontroller : berfungsi sebagai sistem control atau otak dari alat oxygen consentrator

3.      Control : Berfungsi untuk mengatur tekanan sesuai yang dibutuhkan

4.      Display : Berfungsi untuk menampilkan indikator flow meter

5.      Indikator dan alarm : Akan menyala jika terjadi sesuatu pada alat atau kesalahan dalam penggunaan

6.      Kompresor : berfungsi sebagai penyedot atau penyerap udara bebas

7.      Air filter : Berfungsi sebagai filter udara agar terhindar dari debu-debu atau hal lainnya yang membahayakan bagi pasien

8.      Heat exchanger : Berfungsi untuk mengonsentrasikan udara bebas

9.      4-way selenoid valve : berfungsi sebagaimana halnya keran yang dapat membuka dan menutup aliran.

10.   Molecular saive : Berfungsi sebagai pengering dan penyaring molekul yang sangat efektif menghilangkan air dan karbondioksida dari cairan dan gas

11.   Produc tank : berfungsi menyimpan oksigen yang sudah dikonsentrasi

12.   Presure : berfungsi untuk mengatur tekanan keluaran oksigen

13.   Water container : berfungsi untuk menyimpan air

3.5   Langkah Penelitian

Dalam perbaikan oxygen consentrator merk sequal type integra diperlukan perencanaan dan proses yang baik agar dihasilkan suata yang dapat berfungsi dengan baik. Adapun tahap dalam melakukkan penelitian dapat dilihat pada gambar 3.2 sebagai berikut :

 

Gambar 3.2 Langkah penelitian

Adapun tahap – tahap penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam melakukan perbaikan adalah sebagai berikut :

1.      Mencari sumber referensi terkait dengan alat.

2.      Menemukan titik kerusakan pada pada alat/ modul.

3.      Perbaikan alat.

4.      Melakukan pengujian alat yang telah diperbaiki.

5.      Analisis rangkaian dan membuat SOP (standar operasional prosedur) agar alat tidak mudah rusak kembali.

6.      Menyusun proposal alat berdasarkan hasil yang didapat pada langkah-langkah sebelumnya.

3.6   Flowchart

Dalam perbaikan alat Oxygen consentrator merk sequal type integra diperlukan perencanaan dan proses yang teliti agar menghasilkan suatu alat yang sesuai dan dapat berfungsi dengan baik. Adapun tahapan dalam melakukan penelitian tersebut adalah seperti gamabr 3.3 sebagai berikut dalam bentuk flowchart.

 


Gambar 3.3 Flowchart perbaikan Oxygen consentrator merk sequal type integra

Dalam penyususnan karya tulis ilmiah ini, penulis membuat flowchart berikut adalah penjelasan flowchart sebelumnya :

Ketika akan melakuna perbaikan alat hendaknya penulis harus melakukan analisis kerusakan terlebih dahulu, supaya dalam melakukan perbaikan dapat menentukan kerusakan yang dialami oleh alat tersebut. Setelah melakukan analisis kerusakan, selanjutnya melakukan pengecekan kelistrikan, jika terjadi kerusakan lakukan perbaikan, tapi jika tidak terjadi kerusakan selanjutnya lakukan pengecekan kerusakan pada rangkaian, jika terjadi kerusakan pada rangkaian alat maka lakukan perbaikan, setelah melakukan perbaikan selanjutnya lakukan uji fungsi pada alat sesuai dengan SOP untuk mengetahui kalau alat tersebut sudah bisa berfungsi dengan baik seperti biasa.

 

3.7   Analisis kerusakan

Berikut merupakan kronologi kerusakan yang terjadi pada alat oxygen consentrator merk sequak type integra adalah alat dapat menyala akan tetapi tidak bisa dioperasikan dengan semestinya :

1.      Pengecekan kondisi alat, Laporan dari user rumah sakit tombol control tidak berfungsi lcd indikator flow meter ngeblank dan alat tidak bisa di operasikan atau tidak mengeluarkan oksigen sama seklali, berikut adalah gambar 3.4 saat alat mau di operasikan.

 

Gambar 3.4 Kerusakan awal oxygen consentrator merk sequal type integra

2.      Saat akan dioperasikan alat oxygen consentrator tersebut tidak bisa distart dan tekanan aliran flow meter tidak bisa di atur, begitupun saat ditekan tombol start motor penghisap udara tidak bekerja sama sekali dan tiba-tiba alat mati tidak bisa dinyalakan kembali.

3.      Kemudian alat dibuka dan dicek dari kelistrikan dan alat sudah dicoba untuk di bersihkan penyaring udara, motor penyedot udara dan pengecekan berbagai modul rangkaian dari alat tersebut akan tetapi alat masih tidak bisa dioperasikan dan masih tidak mau menyala.

4.      Setelah melakukan pengecekkan modul alat oxygen consentrator penulis menemukan beberapa komponen yang rusak yaitu fuse siba T 10 A dan transistor MAC210A8.

Dari percobaan dan analisis diatas yang sudah dilakukan dari penulis yaitu membuka alat dan melakukan pengecekan alat serta membersihkannya dengan petunjuk yang sudah sesuai pada manual book dari alat tersebut akan tetapi alat masih tidak bisa dioperasikan dan tidak bekerja dengan semestinya. Dari sini penulis menganalisa kerusakan yang mungkin terjadi yaitu sebagai berikut :

1.      Motor penyedot udara yang tidak berfungsi degan baik.

2.      Terjadinya kerusakan pada rangkaian kontroler dan power supply.

3.      Rusaknya lcd indikator flow meter.

 

4.8   Metode Pengumpulan Data

Pada karya tulis ilmiah perbaikan oxygen consentrator merk sequal type integra ini data yang akan dianalisa adalah nilai tegangan keluaran pada beberapa titik pengukuran (TP) yang penulis tentukan.

Setelah melakukan pengecekkan pada beberapa bagian  dari alat oxygen consentrator merk sequal type integra, selanjutnya penulis menentukan troosbleshooting dengan melakukan pengukuran pada beberapa titik pengukuran (TP), hal ini bertujuan untuk membuktikan hasil analisa dalam perbaikan yang telah dilakukan oleh penulis.

Berikut keterangan titik pengukuran (TP) yang dilakukan oleh penulis :

-        Titik pengukuran (TP) 1

Merupakan titik pengukuran tegangan dari jala-jala PLN

-        Titik pengukuran (TP) 2

Merupakan pengukuran tegangan keluaran fuse

-        Titik pengukuran (TP) 3

Merupakan pengukuran tegangan Transistor menuju ke kapasitor

-        Titik pengukuran (TP) 4

Merupakan pengukuran tegangan keluaran kapasitor dari transistor

 

4.9   Metode Analisa data

Dalam metode analisa data, Diperoleh data dari titik pengukuran (TP) yang sudah ditentukan penulis akan disajikan dalam bentuk tabel. Tabel tersebut berisi nilai tegangan sebelum dan sesudah diperbaiki. Nilai yang dihasilkan setelah alat diperbaiki, selanjutnya dibandingkan dengan nilai pada alat yang masih normal.

Selanjutnya data yang akan dianalisa adalah hasil pengujian alat. Data tersebut akan dibandingkan dengan data alat yang tertera pada spesifikasi alat. Sesuai data dari perbaikan dan pengujian dapat diketahui dengan membandingkan pada manual service alat oxygen consentrator merk sequal type integra.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis akan menjelaskan mengenai hasil dan pembahasan yang telah dilakukan selama melakukan perbaikan alat oxygen consentrator merk sequal type integra. Penulis melakukan pengukuran untuk dapat mengetahui komponen yang mengalami kerusakan, Pengukuran dengan alat yang telah dipersiapkan dalam pengembalian data. Berikut ini pembahasan dan hasil yang telah dilakukan oleh penulis.

4.1   Analisa kerusakan dan hasil perbaikan

Alat oxygen consentrator merk squal type integra yang dimiliki RSUD Banyumas merupakan alat yang sudah lama digunakan. Suatu ketika alat mau digunakan mengalami kerusakan yaitu lcd ngeblank, tombol control tidak berfungsi, dan tiba-tiba alat mati tidak mau menyala.

 

4.4.1        Analisa pada konektor tegangan

Analisa diawali pada pengecekan konektor sumber tegangan. Pengecekkan konektor sumber tegangan dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti berikut:

1.      Pengecekkan kabel power dengan  cara mengukur dari ujung ke ujung kabel power menggunakan multimeter, jika jarum pada multimeter bergerak dipastihkan bahwa kabel power tersebur tersambung dan layak dipakai.

2.      Setelah pengecekkan kabel power selanjutnya mengecek fuse, ketika di lakukan pengecekkan fuse, ternyata dalam kondisi mati atau rusak (0V) yang seharusnya bertegangan (220V) seperti panduan dalam manual service alat tersebut.

3.      Mengecek tegangan yang masuk ke rangkaian power supply menggunakan multimeter. Ketika dilakukan pengecekkan hasilnya juga baik yaitu (220V).

 

4.4.2        Analisa rangkaian power supply

Berdasarkan penjelasan tentang power supply pada buku manual service alat merupakan bagian paling penting alat seharusnya ketika diberi tegangan AC minimal 115V maksimal 240V alat dapat bekerja salah satunya untuk menghidupkan beberapa rangkaian didalamnya, antara lain mainboard lain dan juga motor penghisap udara.


4.4.3        Pengukuran tegangan pada titik pengukuran sebelum perbaikan

Pengukuran dilakukan pada titik pengukuran rangkaian power supply yang dibahas pada bab sebelumnya. Hasil pengukuran keluaran tegangan penulis sajikan dalam bentuk tabel.

Berikut merupakan tabel 4.1 hasil pengukuran jala-jala PLN sebelum dilakukannya perbaikan :

Tabel 4.1 Hasil pengukuran jala-jala PLN

No

Titik pengukuran

Hasil pengukuran

Rata-rata

Referensi

1.

TP 1 Jala-jala PLN

I

II

III

 

220 VAC

 

220 VAC

220

VAC

220

VAC

210

VAC

Pengukuran TP 1 yang dilakukan pada jala-jala PLN yang akan mensupply tegangan AC pada alat menghasilkan pengukuran dengan nilai 220VAC. Hasil tersebut sudah sesaui dengan nilai input yang dibutuhkan alat yaitu 115VAC-240VAC. Dapat dilihat pada gambar 4.1 sebagai berikut :

 

 

Gambar 4.1 Pengukuran jala-jala PLN

Berikut merupakan tabel 4.2 hasil pengukuran Fuse siba T 10 A sebelum perbaikan:

Tabel 4.2 Hasil pengukuran Fuse

No

Titik pengukuran

Hasil pengukuran

Rata-rata

Referensi

1.

TP 2 Fuse

I

II

III

220 VAC

220 VAC

0VAC

0VAC

0VAC

 

Pengukuran TP 2 yang dilakukan pada kaki fuse SIBA T 10 A menghasilkan pengukuran dengan nilai 0VAC. Nilai tersebut tidak sesuai dengan nilai yang ada dalam manual service alat yaitu, pengukuran ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah tegan dari jala-jala PLN masuk kerangkaian power supply. Berikut merupakan gambar 4.2 hasil pengukuran fuse sebelum perbaikan.

 

 

Gambar 4.2 Pengukuran fuse sebelum perbaikan

Berikut adalah tabel 4.3 hasil pengukuran transistor sebelum dilakukannya perbaikan:

Tabel 4.3 Hasil pengukuran Transistor

No

Titik pengukuran

Hasil pengukuran

Rata-rata

Referensi

1.

TP 3 Transistor

I

II

III

0 VAC

220 VAC

0VAC

0VAC

0VAC

Pengukuran TP 3 yang dilakukan pada kaki-kaki transistor MAC210A8 type triac yang berfungsi sebagai switch, penggerak motor, penyetabil tegangan dan mencegah bila terjadi lonjakan tegangan hingga 600V, akan tetapi saat pengukuran mendapatkan nilai tegagan 0V atau komponen rusak. Berikut merupakan gambar 4.3 hasil pengukuran transistor sebelum perbaikan.

 

Gambar 4.3 Pengukuran transistor sebelum perbaikan

Berikut merupakan tabel 4.4 nilai hasil pengukuran kapasitor sebelum perbaikan:

Tabel 4.4 Hasil  pengukuran kapasitor

No

Titik pengukuran

Hasil pengukuran

Rata-rata

Referensi

1.

TP 4 Kpasitor

I

II

III

0 VAC

220 VAC

0VAC

0VAC

0VAC

Pengukuran TP 4 dilakukan pada kaki kapasitor XI CKX yang berfungsi sebagai penyimpanan tegangan listrik AC sementara menghasilkan pengukuran dengan nilai 0V. Mungkin penyebab tidak adanya tegangan dikapasitor karena transistor rusak sehingga tegangan yang seharusnya masuk ke kapasitor terhambat. Berikut merupakan gambar 4.4 hasil pengukuran kapasitor sebelum perbaikan.

 

 

Gambar 4.4 Pengukuran kapasitor sebelum perbaikan

       Setelah melakukan pengukuran penulis mengamati beberapa komponen yang ada pada rangkaian power supply lalu menguji masih tidaknya komponen tersebut tersambung untuk saling meengkapi didalam suatu rangkaian. Ditemukan dua komponen yang tidak ada keluarannya yaitu fuse siba T 10 A dan transistor MAC210A8.

4.5    Hasil perbaikan dan uji fungsi

Bedasarkan data hasil pengukuran dan pengecekkan yang sudah dilakukan pada alat oxygen consentraor merk sequal integra terdapat pada FUSE SIBA T 10 A dan Transistor MAC210A8 yang mana pada titik pengukuran 2 dan 3 tidak menghasilkan tegangan keluaran yang sesuai

Perbaikan dilakukan dengan mengganti FUSE SIBA T 10 A dan Transistor MAC210A8 yang rusak dengan komponen fuse dan transistor yang baru yang mempunyai spesifikasi yang sama.

4.5.1        Pengukuran tegangan pada titik pengukuran sesudah perbaikan

Setelah melakukan perbaikan, penulis melakukan pengukuran tegangan keluaran pada titik-titik pengukuran seperti sebelum perbaikan. Tabel menunjukkan nilai-nilai tegangan pada titik pengukuran sesudah dilakukannya perbaikan.

Berikut merupakan tabel 4.5 hasil pengukuran jala-jala PLN sesudah perbaikan:

Tabel 4.5 Hasil pengukuran jala-jala PLN sesudah perbaikan

No

Titik pengukuran

Hasil pengukuran

Rata-rata

Referensi

1.

TP 1 Jala-jala PLN

I

II

III

 

220 VAC

 

220 VAC

220

VAC

220

VAC

210

VAC

Presentase kesalahan pada output jala-jala PLN 

= (Hasil Ukur - Referensi / Referensi ) x 100% 

= (220-220/220) x 100%

= 0 x 100%

= 0%

Pengukuran yang dilakukan pada TP 1 dilakukan pada masukan tegangan AC dari jala-jala PLN menghasilkan pengukuran dengan nilai 220 VAC. Hal ini sesuai dengan input yang dibutuhkan alat oxygen consentrator merk sequal type intgra. Hasil pengukuran pada TP 1 ini tidak mengalami perubahan dari pengukuran setelah dan sesudah perbaikan, masih menunjukkan fungsi normal atau 0% presentase kesalhan. Berikut merupakan gambar 4.5 hasil pengkuran jala-jala PLN.

Gambar 4.5 Pengukuran jala-jala PLN

Berikut merupakan tabel 4.6 hasil pengukuran fuse sesudah dilakukannya perbaikan:

Tabel 4.6 Hasil pengukuran fuse sesudah perbaikan

No

Titik pengukuran

Hasil pengukuran

Rata-rata

Referensi

1.

TP 2 FUSE

I

II

III

 

220 VAC

 

220 VAC

210

VAC

220

VAC

210

VAC

Presentase kesalahan pada output fuse setelah perbaikan

 

= (Hasil ukur - Referensi / Referensi) x 100% 

= (220-220/220) x 100%

= 0 x 100%

= 0%

Pengukuran yang dilakukan pada TP 2 yang dilakukan pada keluaran FUSE T 10 A menghasilkan pengukuran dengan nilai tegangan (220VAC). Hal ini sudah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan alat oxygen consentrator merk sequal type integra dan sudah sama pada masukkan tegangan AC dari jala-jala PLN yaitu 220 VAC dan presentase kesalahan nilai tegangan 0%. Berikut merupakan gambar 4.6 hasil pengukuran fuse setelah peraikan.

 

Gambar 4.6 Pengukuran fuse setelah perbaikan

Berikut merupakan tabel 4.7 hasil pengukuran transistor setelah perbaikan:

Tabel 4.7 Hasil pengukuran transistor setelah perbaikan

No

Titik pengukuran

Hasil pengukuran

Rata-rata

Referensi

1.

TP 3 Transistor

I

II

II

 

220 VAC

 

220 VAC

220

VAC

220

VAC

220

VAC

Presentase kesalahan pada output transistor setelah perbaikan 

= (Hasil Ukur - Referensi / Referensi ) x 100% 

= (220 - 220 / 220) x 100%

= 0 x 100%

= 0%


Pengukuran yang dilakukan pada TP 3 yang dilakukan pada kaki-kaki transistor MAC210A8 menghasilkan nilai tegangan keluaran dengan nilai 220 VAC. Nilai ini sudah sesuai pada datasheet yaitu 220 VAC serta presentase kesalahan nilai tegangan 0%. Berikut merupakan gambar 4.7 hasil penguuran transistor setelah perbaikan.

 

Gambar 4.7 Pengukuran transistor sesudah perbaikan

Berikut merupakan tabel 4.8 hasil pengukuran kapasitor setelah perbaika:

Tabel 4.8 Hasil pengukuran kapasitor sesudah perbaikan

No

Titik pengukuran

Hasil pengukuran

Referensi

Referensi

1.

TP 4 Kapasitor

I

II

III

 

220 VAC

 

220 VAC

220

VAC

220

VAC

220

VAC

Presentase kesalahan pada output kapasitor setelah perbaikan

= (Hasil ukur - Referensi / Referensi ) x 100%

= (220 - 220 / 220 ) x 100%

= 0 x 100%

= 0%


              Pengukuran yang dilakukan pada TP 4 yang dilakukan pada kaki-kaki kapasitor menghasilkan tegangan keluaran 220 VAC. Nilai tersebut sudah sesuai dengan nilai keluaran transistor yaitu 220 VAC dan nilai presentase kesalahan 0%. Berikut merupakan gambar 4.8 hasil pengukuran kapasitor sebelum perbaikan.

Gambar 4.8 Pengukuran kapasitor sesudah perbaikan

Berikut merupakan tabel 4.9 hasil pengukuran output trafo setelah perbaikan:

Tabel 4.9 Hasil pengukuran output trafo sesudah perbaikan

No

Titik pengukuran

Hasil pengukuran

Referensi

Referensi

1.

TP 5 Output trafo

I

II

III

9 VAC

9 VAC

9VAC

9VAC

9VAC

Presentase kesalahan pada output power supply setelah perbaikan

= (Hasil ukur-referansi / referensi) x 100%

= (9-9 / 9 ) x 100%

= 0 x 100%

= 0%

Pengukuran yang dilakukan pada TP 5 bertujuan untuk mengetahui nilai tegangan keluaran trafo setelah fuse diperbaiki menghasilkan nilai pengukuran  9VAC juga 0% presentase nilai kesalahan . Berikut merupakan gambar 4.9 hasil pengukuran pada output powerr supply.

 


Gambar 4.9 Pengukuran Output trafo

4.5.2        Hasil data uji fungsi alat oxygen consentrator merk sequal type integra

Setelah melakukan perbaikan penulis menguji fungsi alat untuk memastikan bahwa alat sudah siap digunakan dengan cara mengoperasikan alat oxygen consentrator merk sequal type integra dengan hasil yang sesuai pada manual service yang dapat dilihat pada tabel 4.10 sebagai berikut.

Tabel 4.10 Hasil uji fungsi alat

Tampilan flowmeter

Lampu Hijau

Lampu kuning

Lampu merah

Alarm

Status alat

Kondisi saat alat beroprasi

-

Mati

Mati

Mati

Mati

Tidak ada tegangan

Unit tidak beroperasi

-

Mati

Mati

Mati

Mati

Ada tegangan

Unit tidak beroperasi

Hidup

Nyala

Nyala

Nyala

Hidup selama 3 detik

Mulai beroperasi

Alat beroperasi

Hidup

Nyala

Nyala

Nyala

Bunyi berkala

Beroperasi

Alat melakukan pemanasan

Hidup

Nyala

Nyala

Mati

Bunyi berkala

Beroperasi

Alat melakukan pemanasan

Hidup

Nyala

Mati

Mati

Mati

Beroperasi

Kondisi alat beroperasi dengan normal

Berdasarkan tabel 4.10 hasil data dari ujing alat oxygen consentrator mek sequal type integra menunjukkan bahwa alat sudah sesuai pada data dimanual service alat tersebut.

Adapun Keterangan dan penjelasan dari tabel 4.10 diatas akan disajikan penulis sebagai berikut:

1.      Keterangan

-        Tampilan flow meter, menunjukkan nilai indikator flow meter saat alat beroperasi

-        Lampu hijau, menandakan jika alat beroperasi dengan normal dan oksigen yang dikeluarkan tidak mengandung zat berbahaya.

-        Lampu kuning, sebagai indikator peringatan jika oksigen yang dikeluarkan mendekati nilai konsentrasi minimum.

-        Lampu merah, indikator bahwa alat tidak beroperasi dengan baik dan oksigen yang dikeluarkan dibawah nilai minimum konsentrasi oksigen.

-        Alarm, menandakan saat alat baru pertama dinyalakan dan sebagai peringatan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

2.      Penjelasan

Jika alat baru dinyalakan semua lampu akan menyala dan alarm akan berbunyi selama tiga detik. Setelah alat beroperasi lampu yang akan menyala hanyalah lampu warna hijau dan bunyi alarm akan mati, alat beroperasi normal dan oksigen yang keluar sudah memenuhi nilai konsentarsi oksigen (91%) akan ditandakan lampu hijau yang menyala.

Lampu kuning akan menyala jika nilai konsentrasi oksigen mendekati niai minimum konsentrasi oksigen biasanya juga ditandai dengan alarm bunyi berkala, lampu kuning akan mati dengan sendirinya dan berubah menjadi warna hijau jika oksigen yang dikeluarkan sudah normal kembali atau yang dikeluarkan alat adalah oksigen murni.

Lampu merah akan menyala jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pengoperasian alat seperti suhu alat terlalu panas atau oksigen yang dikeluarkan alat dibawah nilai minimum konsentrasi oksigen.

BAB V

PENUTUP 

Setelah melakukan analisa dan perbaikan alat Oxygen consentrator merk sequal type integra maka dalam pembuatan karya ilmiah penuli dapat menarik kesimpulan dan memberikan saran yang akan dikemukakan sebagai berikut.

5.1   Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa, perbaikan dan pengujian maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1.      Dalam melakukan identifikasi dan analisi kerusakan pada alat oxygen consentrator merk sequal type integra, dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pertama dengan cara pengecekkan input jala-jala PLN, kedua pengecekkan pada input fuse fuse, ketiga pengecekkan input transistor, keempat pengecekkan pada arus tegangan yang masuk ke kapasitor, kelima pengecekkan outpu tegangan dari rangkkaian power supply. Pada tahap ini ditemukan kerusakan komponen fuse siba T 10 A dan transistor MAC210A8 yang tidak mengeluarkan tegangan atau rusak, kemungkinan disebabkan karena alat terlalu sering dipakai sehingga suhu alat taerlalu panas dan mengakibatkan komponen rusak, atau bisa juga terjadi lonjakan tegangan atau terjadi konsleting yang mengakibatkan komponen rusak.

2.      Perbaikan pada rangkaian powe supply dilakukan dengan mengganti komponen fuse siba T 10 A dan transistor MAC210A8 telah berhasil dengan mendapatkan nilai tegangan 220VAC karena sesuai dengan nilai spesifikasi yang dibutuhkan alat oxygen consentrator alat telah berhasil diperbaiki.

3.      Setelah dilakukannya perbaikan penulis melakukan uji fungsi alat oxygen consentrator merk sequal type integra yaitu dengan cara mengoperasikan dan menyamakan data pada manual service dan melakukan pengukuran ulang pada TP 1 jala-jala PLN dengan hasil tegangan 220VAC dan presentase kesalahan sebesar 0%, TP 2 fuse menghasilkan nilai tegangan 220VAC dan nilai presentase kesalahan sebesar 0%, TP 3 transistor menghasilkan nilai ukur 220VAC presentase kesalhan 0%, TP 4 kapasitor menghasilkan nilai keluaran 220VAC dan presentase kesalhan 0%, TP 5 output trafo menghasilkan nilai tegngan 9VAC dan nilai presentase kesalahan sebesar 0%. Untuk mengetahui alat sudah dapat beroperasi dan dapat digunakan kembali.

5.1   Saran

Pembuatan karya ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna, terdapat berbagai kekurangan. Untuk peulis memberikan saran apabila penelitian ini akan dikembangkan. Berikut saran dari penulis :

1.      Penggantian komponen harus berhati-hati  dan sesuai dengan prosedure alat agar kinerja alat tetap baik saat digunakan.

2.      Alangkah baiknya uji fungsi lebih detai lagi, agar mendapatkan data yang memuaskan.

3.      Untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan alat oxygen consentrator dengan merk yang berbeda dan memiliki kerusakan pada blok dan komponen lainnya agar dapat dijadikan evaluasi perbandingan dari tahun ketahun.

DAFTAR PUSTAKA

Agmmedica.com (2019, Agustus). Fungsi Oxygen Consentrator (online),

(https://agmmedica.com/fungsi-oxygen-concentrator/)

Dian Safitri (2019, Juni) Makalah praktikum oxygen consentrator (online),

(https://id.scribd.com/document/413756532/Oxygen-Concentrator)

Hospital care for children (2016) Terapi pemberian oksigen (online),

(https://www.ichrc.org/107-terapipemberian-oksigen)

Sentralakses.com (2019, November).Penjelasan lengkap tentang alat alat oxygen consentrator (online),

 (https://sentralalkes.com/blog/oksigen-concentrator/)

Sequal (2011, Maret) intruction manual oxygen consentrator sequal integra.

(Sequal Co., Ltd.)

Sequal (2011, Desember) Integra E-Z Oxygen Concentrator Service Manual.

              (Sequal Co, Ltd.)

 

 

 

 

 

 

 

 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KARYA TULIS ILMIAH OXYGEN CONCENTRATOR"

Posting Komentar