KARYA TULIS ILMIAH OXYGEN CONCENTRATOR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Oksigen
merupakan gas yang sifatnya tidak berwarna dan tidak dapat digenggam karena
wujudnya yang tidak berbentuk tak dapat dilihat oleh mata. Oksigen perlu
bergabung dengan unsur – unsur lainnya untuk menghasilkan oksida. Dalam
peranannya oksigen sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup yakni manusia,
hewan dan tumbuhan, tanpa oksigen semuamakhluk hidup tidak bisa hidup karena
tidak ada bahan bakar untuk menunjang kehidupan.
Oksigen
merupakan salah satu gas yang penting dalam proses pernafasan pada manusia.
Karena didalam paru-paru oksigen inilah yang akan bertukaran dengan karbondioksida.
Ketika seseorang memiliki oksigen yang konsentrasinya rendah maka diperlukan
alat untuk menunjang dan memberikan oksigen murni yang memiliki konsentrasi
tinggi, alat tersebut adalah oxygen concentrator. Penelitian Dian safitri makalah praktikum oxygen
consentrator (Dian Safitri, 2019) .
Pada
pembuatan tugas akhir ini, alat oxygen consentrator yang rusak terdapat
pada RSUD Banyumas, alat oxygen consentrator yang rusak di RSUD Banyumas
adalah oxygen consentrator merk Sequal type integra, kerusakan
pada alat ini yaitu terjadinya kerusakan pada tombol kontrol, rangkaian power
supply dan lcd tidak menampilkan indikator aliran flow meter atau ngeblank, dan motor penghisap udara tidak berfungsi
sehingga alat tidak bisa dioperasikan dengan baik.
Berdasarkan
latar belakang yang ada penulis tertarik untuk menyusun tugas akhir dengan
judul :
“PERBAIKAN
OXYGEN CONSENTRATOR MERK SEQUAL TYPE INTEGRA”
1.1
Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas maka
penulis merumuskan masalahnya sebagai berikut :
1.
Bagaimana cara mengidentifikasi kerusakan
pada alat oxygen consentrator merk sequal type integra.
2. Bagaimana cara memperbaiki kerusakan pada alat oxygen consentrator merk sequal type integra.
3. Bagaimana cara melakukan uji fungsi alat oxygen consentrator merk sequal type integra yang sudah diperbaiki.
1.2 Batasan
Masalah
Dalam pembahasan
tugas akhir penulis membatasi masalah, maksudnya bertujuan untuk membatasi
pelebaran masalah. Batasan masalah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Alat
yang dijadikan objek penelitian adalah alat oxygen consentrator merk sequa
type integra.
2. Analisis
dan perbaikan kerusakan pada bagian yang rusak
dari
alat oxygen consentrator merk sequal type integra.
3. Melakukan uji fungsi, tidak sampai tahap kalibrasi alat oxygen consentrator merk sequal type integra.
1.3 Tujuan
Penelitian
Dalam memperhatikan
pembahasan yang dibuat oleh penulis, Tugas akhir ini menyampaikan tujuan yang
hendak dicapai. Adapun maksud dari tujuan disusunya karya tulis ini adalah :
1. Dapat mengidentifikasi dan mengetahui kerusakan pada alat oxygen
consentrator merk sequa type integra.
2. Dapat
memperbaiki kerusakan pada alat oxygen consentrator merk sequal type integra.
3. Melakukan uji fungsi pada alat oxygen consentrator merk sequal type integra setelah melakukan perbaikan di RSUD Banyumas.
1.4
Manfaat Penelitian
Dalam pembuatan
karya ilmiah ini adapun manfaat dari penelitian adalah sebagai beerikut :
1. Bagi
Pengguna : Bagi pengguna alat yang sudah diperbaiki
maka alat dapat dioperasikan atau digunakan seperti semula.
2. Bagi
institusi : Sebagai referensi pustaka pembelajaran
bagi pembaca dalam mempelajari cara perbaikan alat oxygen consentrator.
3. Bagi
Penulis :
Dapat digunakan untuk menambah wawasan
ilmu khususnya tentang perbaikan khusunya di alat kesehatan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Pustaka
Pada penelitian sebelumnya yang dibuat oleh Dian
Safitri dari progam studi Teknik Elktromedik poltekes Jakarta yaitu penelitian
tentang alat oxygen consentrator merk M50 yang sudah di lengkapi dengan nebulizer. Setelah melakukan
praktikum penulis dapat menyimpulkan bahwa alat oxygen concentrator
adalah alat yang digunakan untuk mengubah udara ruangan menjadi oksigen murni
dengan konsentrasi tinggi. Oxygen concentrator yang digunakan dalam
praktikum bermerk M50, dimana ternyata alat oxygen concentrator ini
dilengkapi juga dengan nebulizer. Ketika melakukan pengoperasian,
penulis dapat mengetahui bahwa pada saat konsentrasi oksigen < 85-86% maka
lampu indikator akan menyala dan berwarna merah. pada penelitian tersebut bertujuan agar dapat
mempelajari lebih lanjut tentang alat oxygen consentrator.Penelitian Dian Safitri Makalah praktikum
oxygen consentrator (Dian Safitri, 2019)
Pada kesempatan kali ini penulis membuat karya ilmiah tentang perbaikan alat oxygen consentrator merk sequal type integra yang mengalami kerusakan kerusakan pada tombol kontrol, rangkaian power supply, lcd tidak menampilkan indikator aliran flow meter atau ngeblank dan motor penyedot udara tidak berfungsi, berdasarkan tinjauan pustaka diatas melakukan perbaikan hal ini bertujuan agar alat oxygen consentrator tersebut dapat digunakan kembali.
2.2 Teori Penunjang
Untuk melakukan penelitian penulis memberikan beberapa teori penunjang agar dapat melakukan penelitian dan memperbaiki alat oxygen consentrator dangan baik.
2.2.1
Oxygen
Consentrator
Oxsigen Concentrator adalah alat untuk membantu masalah pada pernapasan,termasuk mencairkan dahak pada tenggorokan yang sulit untuk dikeluarkan, melancarkan peredaran darah, menghancurkan lemak yang tidak dibutuhkan, membantu metabolisme tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, membuang toksin didalam darah, mengaktifkan selpada otak serta menghilangkan rasa lelah dan tegang pada tubuh, serta meremajakan kulit untuk memperlambat proses penuaan. Oksigen merupakan gas yang sifatnya tidak berwarna dan tidak dapat digenggam karena wujudnya yang tidak berbentuk tak dapat dilihat oleh mata. Oksigen perlu bergabung dengan unsur – unsur lainnya untuk menghasilkan oksida. Dalam peranannya oksigen sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup yakni manusia, hewan dan tumbuhan, tanpa oksigen
semua
makhluk hidup tidak bisa hidup karena tidak ada bahan bakar untuk menunjang
kehidupan.
Mesin
yang menggunakan bahan baku berbentuk udara dan didukung dengan dunia teknologi
yang sudah berkembang sangat pesat membuat penyerapan ayunan pada tekanan disesuaikan
dengan diameter molekul yang berbeda, suhu ruangan, molekul saringan nitrogen
dan gas lainnya dapat isolasi oksigen murni dari udara di sekitar. Oxygen concentrator berperan penting
pada penderita asma, karena pada dasarnya penyakit asma timbul akibat kurangnya
asupan oksigen ke dalam tubuh. Inti dari fungsi oksigen concentrator selain
membantu masalah pernafasan mesin ini pun menyalurkan oksigen murni yang cukup
di dalam darah. Kini oxygen concentrator bukan hanya terdapat di rumah
sakin atau di klinik aja, akan tetapi dapat di miliki oleh Anda, terlebih lagi
jika Anda memiliki masalah pada pernafasan, mesin ini sangat bermanfaat untuk
Anda. Mesin oxygen concentrator bukan hanya berbentuk besar dan berbobot
berat, kini mesin oksigen concentrator pun ada yang sudah portable sehingga
tidak banyak memakan tempat dan mudah untuk di bawa, maka fungsi oxygen
concentrator pun bisa Anda dapatkan dimana saja.
Oxygen concentrator merupakan perangkat alat elektronik yang memberikan oksigen murni untuk tubuh. Konsentrator oksigen ini terpisah dari udara kamar dan memberikan konsentrasi tinggi oksigen langsung ke tubuh melalui kanula ke dalam hidung. Pada studi klinis terapi menggunakan oxygen consentrator tercatat bahwa terapi tersebut setara dengan jenis lain dari sistem pengiriman oksigen. Oxygen concentrator dapat di gunakan untuk P3K, Rumah, Kantor, Apartemen, Fitnes & Sport Club, Rumah Sakit, Klinik, Spa & Souna, Hotel, Pabrik, Sekolah, Fish pond, Perikanan, Aquarium, Refleksi, Salon, Cafe dan Bar. Karena sejatinya meskipun oxygen concentrator merupakan alat medis Fungsi Oxygen Concentrator bukan hanya dikenakan untuk orang sakit saja tetapi bisa digunakan sebagai alat refleksi tubuh. Penelian Dian Safitri Makalah praktikum oxygen consentrator (Dian Safitri, 2019)
2.2.2
Metode pemberian oksigen / Terapi oksigen
Terdapat tiga
metode yang direkomendasikan untuk pemberian oksigen yaitu dengan menggunakan nasal
prongs, kateter nasal dan kateter nasofaring. Nasal prongs atau
kateter nasal lebih sering dipakai dalam banyak situasi. Nasal prongs
merupakan metode terbaik dalam pemberian oksigen pada bayi muda dan anak dengan
croup yang berat atau pertusis. Penggunaan kateter nasofaring membutuhkan
pemantauan ketat dan reaksi cepat apabila kateter masuk ke esofagus atau timbul
komplikasi lainnya. Penggunaan sungkup wajah atau headbox tidak
direkomendasikan. Hospital care for children, terapi pemberian
oksigen(HCFC,2016)
1.
Nasal prongs: Nasal prongs adalah
pipa pendek yang dimasukkan ke dalam cuping hidung. Letakkan nasal prongs tepat
ke dalam cuping hidung dan rekatkan dengan plester di kedua pipi dekat hidung .
Jaga agar cuping hidung anak bersih dari kotoran hidung/lendir, yang dapat
menutup aliran oksigen. Pasang aliran oksigen sebanyak 1–2 liter/menit (0.5
liter/menit pada bayi muda) untuk memberikan kadar-oksigen-inspirasi 30–35%.
Tidak perlu pelembapan.
2.
Kateter Nasal: Kateter berukuran
6 atau 8 FG yang dimasukkan ke dalam lubang hidung hingga melewati bagian
belakang rongga hidung. Tempatkan kateter dengan jarak dari sisi cuping hidung
hingga ke bagian tepi dalam dari alis anak.Pasang aliran oksigen 1–2
liter/menit. Tidak perlu pelembapan.
3. Kateter Nasofaring: Kateter dengan ukuran 6 atau 8 FG dimasukkan ke dalam faring tepat dibawah uvula. Letakkan kateter pada jarak dari sisi cuping hidung hingga ke arah telinga. Jika alat ini diletakkan terlalu ke bawah, anak dapat tersedak, muntah dan kadang-kadang dapat timbul distensi lambung. Beri aliran sebanyak 1–2 liter/menit, yang memberikan kadar-oksigen inspirasi 45-60%. Perlu diperhatikan kecepatan aliran tidak berlebih karena dapat menimbulkan risiko distensi lambung. Perlu dilakukan pelembapan.
2.2.3
Spesifikasi Oxygen Consentrator
merk sequal type integra
Sebelum mengetahui
lebih jauh objek yang ditulis dalam karya tulis ini, Ada baiknya mengetahui
terlebih dahulu gambar dan spesifikasi alat tersebut, Berikut adalah Gambar 2.1 bentuk fisik dari alat oxygen consentrator merk sequal integra :
Gambar 2.1 Oxygen consentrator merk sequal type integra
sumber:
manual service
-
Nama Alat :
Oxygen Consentrator
-
Merk :
Sequal
-
Type :
Integra
-
SN :
2006005822
-
Aliran liter : 0,5 hingga 10,0 LPM
-
Konsentrasi Oksigen : 1,0 hingga 10,0 LPM
91 ± 3% di permukaan laut
-
Tekanan Outlet Oksigen : Nominal 6.0 psig (41.4 kPa) 1 - Maksimum 11.0 psig
(75.8 kPa)
-
Suhu Operasional :
50 ° F hingga 104 ° F (10 ° C hingga 40 ° C)
-
Filter :
Inlet Udara Kabinet, Inlet Kompresor, dan HEPA.
2.2.4
Bagian-bagian oxygen consentrator merk sequal type integra
Gambar 2.2 Bagian-bagian oxygen consentrator merk sequal type integra
sumber:
manual service
Berikut
adalah nama dari bagian-bagian tersebut :
1.
Handel :
Untuk pegangan alat saat mau dipindahkan
2.
Tombol power :
Untuk mematikan dan menghidupkan alat
3.
Tombol control lpm :
Untuk mengatur keluaran oksigen
4.
Lcd indikator flow :
Untuk menampilkan display alat
5.
Outlet oxygen :
Tempat untuk keluarnya oksigen
2.2.5
Fungsi
Oxygen Consentrator
Fungsi
Mesin Oxygen Concentrator salah satunya adalah untuk membantu masalah
pada pernapasan, termasuk mencairkan dahak pada tenggorokan yang sulit untuk
dikeluarkan, melancarkan peredaran darah, menghancurkan lemak yang tidak
dibutuhkan, membantu metabolisme tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, membuang
toksin didalam darah, mengaktifkan sel pada otak serta menghilangkan rasa lelah
dan tegang pada tubuh, serta meremajakan kulit untuk memperlambat proses
penuaan.
Oksigen
merupakan gas yang sifatnya tidak berwarna, tidak memiliki bau, tidak dapat
dirasa dan tidak dapat digenggam karena wujudnya yang tidak berbentuk tak dapat
dilihat oleh mata. Oksigen perlu bergabung dengan unsur unsur lainnya untuk
menghasilkan oksida. Dalam peranannya oksigen sangat penting untuk kehidupan
makhluk hidup yakni manusia, hewan dan tumbuhan, tanpa oksigen semua makhluk
hidup tidak bisa hidup karena tidak ada bahan bakar untuk menunjang kehidupan.
Oxygen
consentrator juga berfungsi sebagai pengganti oksigen tabung saat
dilaksanakannya operasi jika pasien membutuhkan oksigen murni saat dalam
melakukan operasi.
2.2.6
Prinsip Kerja Oxygen Consentrator
Oxygen
consentrator bekerja seperti mesin penyejuk udara, Cara kerja oxygen
consentrator mengambil udara bebas dan memurnikannya untuk di gunakan oleh
pasien yang membutuhkan oksigen karena tingkat oksigen yang ada di dalam
tubuhnya rendah. Oxygen consentrator bekerja dengan :
-
Mengambil udara dari lingkungan bebas atau
mengambil udara dari ruangan dan sekeliling alat tersebut.
-
Lalu menghapus atau menghilangkan nitrogen
dari udara melalui filter atau saringan.
-
Menyesuaikan pengaturan konsentrasi atau
pengiriman ke pasien.
2.2.7
Standart operational procedure (SOP) penggunaan
Semua alat elektronik khususnya dibidang kesehatan memiliki SOP sendiri
agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. Berikut merupakan standart
operational procedure oxygen consentrator:
-
Siapkan alat oxygen consentrator beserta
alat
-
Pasang setiap aksesories ke alat tersebut
-
Hubungkan catu daya atau kabel power ke
stop kontak
-
Hidupkan alat oxygen consentrator dengan
menekan tombol On/Off, dan pastikan alat dalam posisi On
-
Atur flow meter oksigen yang di butuhkan
dengan menekan tombol flow meter yang ada dialat
-
Pasang kanula nasal ke hidung pasien
-
Oksigen akan keluar melalui outlet oksigen
dangan flow dan tekanan yang sudah di tentukan
-
Setelah selesai, matikan dengan menekan
tombol On/Off, dan pastikan dalam posisi off
2.2.8
Troubleshooting alat
Keluhan atau gejala yang dialami oleh alat merupakan
permasalahan yang sangat penting karena memungkinkan alat tidak bekerja
maksimal, oleh karena itu harus terlebih dahulu menganalisa kerusakan yang
kemungkinan terjadi pada alat. Berikut ini merupakan Tabel 2.1 pedoman troubleshooting oxygen consentrator merk
sequal integra.
Tabel 2.1 Troubleshooting alat oxygen consentrator merk sequal type
integra
|
No |
Gejala |
Penyebab |
perbaikan |
|
1. |
Unit mati / tidak hidup |
-Tidak ada catu daya -Tombol On/Off rusak -Fuse putus/Mati -Rangkaian power
supply (gulungan trafo, transistor, kapasitor, IC dioda) |
-Periksa panel lisstrik -Perbaiki / ganti -Perbaiki / gnti -perbaiki, ganti bila perlu |
|
2. |
-Alarm Suara bunyi -Lampu Merah Berkedip -Indikator Aliran Kosong -Lampu Kembali Mati -Lampu kembali nyala |
-Kabel power lepas dari stop kontak / ke tarik -Listrik mati -Unit terlalu panas -kerusakan pada kompresor |
-Hubungkan kembali kabel power ke stop kontak / listrik. -Tekan tombol On / Off untuk mematikan Alat. -Tekan tombol On / Off untuk memulai kembali unit ketika
daya hidup kembali. -Bersihkaan bukaan udara/fiter dan gunakan alat pada
tempat yang bersih dan tepat. -layanan perbaikan diperlukan/ganti. |
|
3. |
Tidak ada oksigen / aliran |
-Humidifier atau pipa terhalang atau tertekuk -Filter Udara Masuk diblokir/kotor -Pembatasan dalam humidifier atau tabung |
-Perbaiki selang / bersihkan selang, ganti jika
diperlukan. -Bersihkan semua filter. -Lakukan maintenance tahunan. -Perbaiki atau ganti humidifier sesuai. yg dibutuhkan |
|
-Kerusakan Bagian internal |
1.Periksa motor stepper dalam aliran katup kontrol, 2.Periksa tekanan yang tepat dari kompresor |
||
|
4. |
Oksigen /
aliran rendah |
-Filter Saluran Masuk Udara dibatasi |
-bersihkan filter internal dan eksternal |
|
-Komponen
internal rusak atau tidak berfungsi |
1) Periksa Tekanan Sistem (pada Adaptor DISS), 2) Ganti Assy ATF, 3)Kompresor mungkin perlu pembangunan kembali. |
||
|
5. |
Lampu Kuning Menyala |
Tombol
macet |
Perbaiki / ganti |
|
|
Kecepatan Aliran tidak terlihat aktif Tampilan Indikator Aliran |
Kerusakan
LCD |
Perbaiki / ganti |
|
7. |
Alarm Suara Lampu Merah Menyala Indikator Aliran Kosong Lampu Menyala |
Kerusakan
sistem |
Lakukan pengecekan dan perbaikan |
|
8. |
Unit tidak berjalan |
Kerusakan komponen internal/sistem |
-Pengecekan Komponen internal pada PCBA -Perbaiki /ganti |
2.2.9
Pemeliharaan / perbaikan alat
Pemeliharaan
pada alat meliputi seluruh tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap objek yang
dirawat dalam hal ini Oygen consentrator
merk sequal type integra.
Pemeliharaan tersebut dibagi menjadi tindakan yang direncanakan dan tindakan
yang tidak direncanakan.
Tindakan yang direncanakan merupakan tindakan pemeliharaan dan perbaikan
yang bersifat rutin sebelum alat mengalami kerusakan. Sementara itu tindakan
yang tidak direncanakan merupakan suatu kecelakaan tidak terduga sewaktu alat
sedang atau tidak digunakan, misalnya kecelakaan akibat alat tidak terpasang
kabel grounding, tersambar petir, serta kecelakaan tidak terduga seperti alat terjatuh.
Hal-hal ini harus dapat diantisipasi dan ditangani sebagaimana mestinya.
1.
Pemeliharaan preventif
Pemeliharaan preventif
meliputi aspek rekayasa
(engineering) dan
manajemen. Pada bidang rekayasa, pemeliharaan preventif meliputi: mendeteksi dan
atau mengoreksi penggunaan peralatan yang ada, melalui analisa statistik
kegagalan atau kesalahan atau berdasarkan catatan perbaikan yang telah ada.
Pekerjaan
ini harus dilakukan secara tetap oleh orang yang benar-benar ahli dibidangnya
dan dengan frekuensi yang tetap pula (misalnya dua kali dalam setahun).
Tingkat
kerusakan alat akan menurun setelah pekerja mulai terbiasa menggunakan alat
tersebut. Setelah melewati masa kritis, alat akan semakin sering mengalami
gangguan sehingga perbaikan akan sering dilakukan, sampai masa pakai alat
tersebut habis. Pada masa ini artinya alat tidak mungkin diperbaiki lagi.
Hal
paling utama dalam pemeliharaan preventif adalah menentukan daftar pekerjaan.
Tujuan utama dibuatnya daftar pekerjaan adalah untuk mengingatkan pekerja
tentang alat apa yang harus diservis, apa yang harus dilakukan oleh teknisi
atau pekerja (misalnya menguji atau mengukur arus atau tegangan pada titik
tertentu, membersihkan alat, mengganti komponen, dan sebagainya). Dalam daftar
ini juga akan tercantum prosedur pelaksanaan pemeliharaan yang harus di
lakukan.
2. Pemeliharaan korektif
Pemeliharaan
ini bersifat memperbaiki (corrective maintenance) akan berkaitan dengan
deteksi kerusakan, penentuan lokasi kerusakan, dan perbaikan atau penggantian
bagian yang rusak. Tahapan pemeliharaan korektif dengan cara sebagai berikut.
-
Deteksi : Cek fungsi, Cek kinerja alat, Cek sesuai
spesifikasi alat
-
Menentukan lokasi kerusakan : Cek fungsi tiap blog,
komponen yang tidak bekerja dengan baik.
- Perbaikan : Perbaiki atau ganti bagian yang rusak dengan yang baru.
2.3 Kerangka Pemikiran
Berikut ini merupakan gambar 2.3 kerangka pemikiran penulis yang ditunjukan sebagai
berikut sebelum melakukan penelitian lebih jauh.
Gambar 2.3 Kerangka
pemikiran
BAB III
METODE
PENELITIAN
Metode
penelitian adalah cara-cara yang digunakan dalam melakukan penelitian guna
menghasilkan sebuah karya tulis ilmiah yang dapat di pertanggung jawabkan
hasilnya, metode penelitian juga sangat menentukan kualitas hasil dari sebuah
penelitian.
3.1 Jenis Penelitian
Jenis
penelitian yang akan digunakan dalam pelaksanaan pembuatan tugas akhir ini
adalah penelitian observasi dan lapangan yang bersifat terapan, yang bertujuan
untuk mengetahui sebab akibat langkah yang diambil serta mengamati hasil dari
pengabilan langkah tersebut yang di tempuh.
3.2 Waktu Dan Tempat Penelitian
Adapun
uraian dari waktu dan tempat pelaksanaan perbaikan yang penulis lakukan adalah
sebagai berikut :
Penulis
melakukan perbaikan alat oxygen consentrator merk sequal type integra di RSUD Banyumas
dan pembuatan laporan di lakukan di kampus ATEM Semarang diperkirakan membutuhkan
waktu dari Januari-Juli 2020. Adapun jadwal kegiatan untuk penyusunan Tugas
Akhir dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut ini.
|
Uraian kegiatan |
Jan |
Feb |
Mar |
Apr |
Mei |
Juni |
Juli |
|
referensi |
|
|
|
|
|
|
|
|
Pembuatan
proposal |
|
|
|
|
|
|
|
|
Analisa dan
perbaikan |
|
|
|
|
|
|
|
|
Analisa dan
kesimpulan |
|
|
|
|
|
|
|
|
Pembuatan KTI |
|
|
|
|
|
|
|
Tabel 3.1
Jadwal kegiatan penyusunan Tugas Akhir
3.3 Alat
Dan Bahan
Adapun alat dan
bahan yang dibutuhkan untuk melakukan penelitin adalah sebagai berikut :
1.
Alat yang digunakan
untuk melakukan perbaikan adalah sebagai berikut :
-
Multimeter analog dan
digital
-
Obeng min
-
Obeng plus
- Solder
-
Tang potong
-
Tinol
2.
Bahan yang digunakan untuk melakukan perbaikan adalah sebagai berikut:
-
Oxygen consentrator merk sequal type integra
-
Intruction manual oxygen consentrator merk sequal
type integra
-
Manual service oxygen consentrator merk sequal
type integra
3.4 Blog
diagram oxygen consentrator merk sequal type
integra :
Gambar 3.1 blog diagaram oxygen consentrator merk sequal
type integra
Keterangan blog diagram :
1.
Power Supply :Pada rangkaian power supply akan memberikan catu daya atau tegangan pada setiap
rangkaian melalui trafo pembagi tegangan
2. Microcontroller : berfungsi sebagai sistem control atau otak dari alat oxygen consentrator
3.
Control : Berfungsi untuk mengatur tekanan sesuai yang dibutuhkan
4.
Display : Berfungsi untuk menampilkan indikator flow meter
5.
Indikator dan alarm : Akan menyala jika terjadi sesuatu pada alat atau
kesalahan dalam penggunaan
6.
Kompresor : berfungsi sebagai penyedot atau penyerap udara bebas
7.
Air filter : Berfungsi sebagai filter udara agar terhindar dari debu-debu
atau hal lainnya yang membahayakan bagi pasien
8.
Heat exchanger : Berfungsi untuk mengonsentrasikan udara bebas
9.
4-way selenoid valve : berfungsi
sebagaimana halnya keran yang dapat membuka dan menutup aliran.
10.
Molecular saive : Berfungsi sebagai pengering dan penyaring molekul
yang sangat efektif menghilangkan air dan karbondioksida dari cairan dan gas
11.
Produc tank : berfungsi menyimpan oksigen yang sudah
dikonsentrasi
12.
Presure : berfungsi untuk mengatur tekanan keluaran oksigen
13. Water container : berfungsi untuk menyimpan air
3.5 Langkah
Penelitian
Dalam perbaikan oxygen consentrator merk sequal type integra
diperlukan perencanaan dan proses yang baik agar dihasilkan suata yang dapat
berfungsi dengan baik. Adapun tahap dalam melakukkan penelitian dapat dilihat pada gambar 3.2 sebagai berikut :
Gambar 3.2 Langkah
penelitian
Adapun
tahap – tahap penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam melakukan perbaikan
adalah sebagai berikut :
1.
Mencari sumber referensi terkait dengan
alat.
2.
Menemukan titik kerusakan pada pada alat/
modul.
3.
Perbaikan alat.
4.
Melakukan pengujian alat yang telah
diperbaiki.
5.
Analisis rangkaian dan membuat SOP
(standar operasional prosedur) agar alat tidak mudah rusak kembali.
6. Menyusun proposal alat berdasarkan hasil yang didapat pada langkah-langkah sebelumnya.
3.6 Flowchart
Gambar
3.3 Flowchart
perbaikan Oxygen consentrator merk sequal type integra
Dalam
penyususnan karya tulis ilmiah ini, penulis membuat flowchart berikut adalah penjelasan flowchart sebelumnya :
Ketika
akan melakuna perbaikan alat hendaknya penulis harus melakukan analisis
kerusakan terlebih dahulu, supaya dalam melakukan perbaikan dapat menentukan
kerusakan yang dialami oleh alat tersebut. Setelah melakukan analisis
kerusakan, selanjutnya melakukan pengecekan kelistrikan, jika terjadi kerusakan
lakukan perbaikan, tapi jika tidak terjadi kerusakan selanjutnya lakukan
pengecekan kerusakan pada rangkaian, jika terjadi kerusakan pada rangkaian alat
maka lakukan perbaikan, setelah melakukan perbaikan selanjutnya lakukan uji
fungsi pada alat sesuai dengan SOP untuk mengetahui kalau alat tersebut sudah
bisa berfungsi dengan baik seperti biasa.
3.7 Analisis kerusakan
Berikut
merupakan kronologi kerusakan yang terjadi pada alat oxygen consentrator merk sequak type integra adalah alat dapat menyala
akan tetapi tidak bisa dioperasikan dengan semestinya :
1.
Gambar 3.4 Kerusakan awal oxygen consentrator
merk sequal type integra
2. Saat
akan dioperasikan alat oxygen consentrator tersebut tidak bisa distart dan tekanan aliran flow meter tidak bisa di atur, begitupun
saat ditekan tombol start motor
penghisap udara tidak bekerja sama sekali dan tiba-tiba
alat mati tidak bisa dinyalakan kembali.
3. Kemudian
alat dibuka dan dicek dari kelistrikan dan alat sudah dicoba untuk di bersihkan
penyaring udara, motor penyedot udara dan pengecekan berbagai modul rangkaian dari
alat tersebut akan tetapi alat masih tidak bisa dioperasikan dan masih tidak mau menyala.
4. Setelah melakukan pengecekkan modul alat oxygen consentrator penulis menemukan beberapa komponen yang rusak
yaitu fuse siba T 10 A dan transistor MAC210A8.
Dari
percobaan dan analisis diatas yang sudah dilakukan dari penulis yaitu membuka
alat dan melakukan pengecekan alat serta membersihkannya dengan petunjuk yang
sudah sesuai pada manual book dari alat tersebut akan tetapi alat masih tidak
bisa dioperasikan dan tidak bekerja dengan
semestinya. Dari sini penulis menganalisa kerusakan yang mungkin terjadi yaitu
sebagai berikut :
1.
Motor penyedot udara yang tidak berfungsi
degan baik.
2.
Terjadinya kerusakan pada rangkaian
kontroler dan power supply.
3.
Rusaknya lcd indikator flow meter.
4.8
Metode Pengumpulan Data
Pada karya tulis ilmiah perbaikan oxygen
consentrator merk sequal type integra ini data yang akan dianalisa adalah
nilai tegangan keluaran pada beberapa titik pengukuran (TP) yang penulis
tentukan.
Setelah melakukan pengecekkan pada beberapa bagian dari alat oxygen
consentrator merk sequal type integra, selanjutnya penulis menentukan troosbleshooting dengan melakukan
pengukuran pada beberapa titik pengukuran (TP), hal ini bertujuan untuk
membuktikan hasil analisa dalam perbaikan yang telah dilakukan oleh penulis.
Berikut keterangan titik pengukuran (TP) yang dilakukan oleh penulis :
-
Titik pengukuran (TP)
1
Merupakan
titik pengukuran tegangan dari jala-jala PLN
-
Titik pengukuran (TP)
2
Merupakan
pengukuran tegangan keluaran fuse
-
Titik pengukuran (TP)
3
Merupakan
pengukuran tegangan Transistor menuju ke kapasitor
-
Titik pengukuran (TP)
4
Merupakan
pengukuran tegangan keluaran kapasitor dari transistor
4.9
Metode Analisa data
Dalam metode analisa data, Diperoleh data dari titik pengukuran (TP) yang
sudah ditentukan penulis akan disajikan dalam bentuk tabel. Tabel tersebut
berisi nilai tegangan sebelum dan sesudah diperbaiki. Nilai yang dihasilkan
setelah alat diperbaiki, selanjutnya dibandingkan dengan nilai pada alat yang
masih normal.
Selanjutnya data yang akan dianalisa adalah hasil pengujian alat. Data tersebut akan dibandingkan dengan data alat yang tertera pada spesifikasi alat. Sesuai data dari perbaikan dan pengujian dapat diketahui dengan membandingkan pada manual service alat oxygen consentrator merk sequal type integra.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis akan menjelaskan mengenai hasil dan
pembahasan yang telah dilakukan selama melakukan perbaikan alat oxygen consentrator merk sequal type integra.
Penulis melakukan pengukuran untuk dapat mengetahui komponen yang mengalami
kerusakan, Pengukuran dengan alat yang telah dipersiapkan dalam pengembalian
data. Berikut ini pembahasan dan hasil yang telah dilakukan oleh penulis.
4.1
Analisa kerusakan dan hasil perbaikan
Alat oxygen consentrator merk squal
type integra yang dimiliki RSUD Banyumas merupakan alat yang sudah lama
digunakan. Suatu ketika alat mau digunakan mengalami kerusakan yaitu lcd ngeblank, tombol control tidak
berfungsi, dan tiba-tiba alat mati tidak mau menyala.
4.4.1
Analisa pada konektor tegangan
Analisa diawali pada pengecekan konektor sumber tegangan. Pengecekkan
konektor sumber tegangan dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti berikut:
1. Pengecekkan kabel power
dengan cara mengukur dari ujung ke ujung
kabel power menggunakan multimeter,
jika jarum pada multimeter bergerak dipastihkan bahwa kabel power tersebur
tersambung dan layak dipakai.
2. Setelah pengecekkan kabel power selanjutnya mengecek fuse, ketika di lakukan pengecekkan fuse, ternyata dalam kondisi mati atau rusak (0V) yang seharusnya
bertegangan (220V) seperti panduan dalam manual
service alat tersebut.
3. Mengecek tegangan yang masuk ke rangkaian power supply menggunakan multimeter. Ketika dilakukan pengecekkan
hasilnya juga baik yaitu (220V).
4.4.2
Analisa rangkaian power supply
Berdasarkan penjelasan tentang power
supply pada buku manual service
alat merupakan bagian paling penting alat seharusnya ketika diberi tegangan AC
minimal 115V maksimal 240V alat dapat bekerja salah satunya untuk menghidupkan
beberapa rangkaian didalamnya, antara lain mainboard
lain dan juga motor penghisap udara.
4.4.3
Pengukuran tegangan pada titik pengukuran sebelum perbaikan
Pengukuran dilakukan pada titik pengukuran rangkaian power supply yang dibahas pada bab sebelumnya. Hasil pengukuran
keluaran tegangan penulis sajikan dalam bentuk tabel.
Berikut merupakan tabel 4.1 hasil pengukuran jala-jala PLN sebelum
dilakukannya perbaikan :
Tabel 4.1 Hasil
pengukuran jala-jala PLN
|
No |
Titik pengukuran |
Hasil pengukuran |
Rata-rata |
Referensi |
||
|
1. |
TP 1
Jala-jala PLN |
I |
II |
III |
220 VAC |
220 VAC |
|
220 VAC |
220 VAC |
210 VAC |
||||
Gambar 4.1 Pengukuran jala-jala PLN
Berikut merupakan tabel 4.2 hasil pengukuran Fuse siba T 10 A sebelum perbaikan:
Tabel 4.2 Hasil
pengukuran Fuse
|
No |
Titik
pengukuran |
Hasil pengukuran |
Rata-rata |
Referensi |
||
|
1. |
TP 2 Fuse |
I |
II |
III |
220 VAC |
220 VAC |
|
0VAC |
0VAC |
0VAC |
||||
Pengukuran TP 2 yang dilakukan pada kaki fuse SIBA T 10 A menghasilkan pengukuran
dengan nilai 0VAC. Nilai tersebut tidak sesuai dengan nilai yang ada dalam manual service alat yaitu, pengukuran
ini juga bertujuan untuk
Gambar 4.2 Pengukuran fuse sebelum perbaikan
Berikut adalah tabel 4.3 hasil pengukuran transistor sebelum dilakukannya
perbaikan:
Tabel 4.3 Hasil
pengukuran Transistor
|
No |
Titik pengukuran |
Hasil pengukuran |
Rata-rata |
Referensi |
||
|
1. |
TP 3 Transistor |
I |
II |
III |
0 VAC |
220 VAC |
|
0VAC |
0VAC |
0VAC |
||||
Gambar 4.3 Pengukuran transistor sebelum
perbaikan
Berikut merupakan tabel 4.4 nilai hasil pengukuran kapasitor sebelum
perbaikan:
Tabel 4.4 Hasil pengukuran kapasitor
|
No |
Titik pengukuran |
Hasil pengukuran |
Rata-rata |
Referensi |
||
|
1. |
TP 4
Kpasitor |
I |
II |
III |
0 VAC |
220 VAC |
|
0VAC |
0VAC |
0VAC |
||||
Gambar 4.4 Pengukuran kapasitor sebelum
perbaikan
Setelah
melakukan pengukuran penulis mengamati beberapa komponen yang ada pada
rangkaian power supply lalu menguji
masih tidaknya komponen tersebut tersambung untuk saling meengkapi didalam suatu
rangkaian. Ditemukan dua komponen yang tidak ada keluarannya yaitu fuse siba T 10 A dan transistor
MAC210A8.
4.5
Hasil perbaikan dan uji fungsi
Bedasarkan data hasil pengukuran dan pengecekkan yang sudah dilakukan pada
alat oxygen consentraor merk sequal integra terdapat pada FUSE SIBA T 10 A dan Transistor MAC210A8 yang mana pada titik
pengukuran 2 dan 3 tidak menghasilkan tegangan keluaran yang sesuai
Perbaikan dilakukan dengan mengganti FUSE SIBA T 10 A dan Transistor MAC210A8 yang rusak dengan komponen
fuse dan transistor yang baru yang
mempunyai spesifikasi yang sama.
4.5.1
Pengukuran tegangan pada titik pengukuran sesudah perbaikan
Setelah melakukan perbaikan, penulis melakukan pengukuran tegangan keluaran
pada titik-titik pengukuran seperti sebelum perbaikan. Tabel menunjukkan
nilai-nilai tegangan pada titik pengukuran sesudah dilakukannya perbaikan.
Berikut merupakan tabel 4.5 hasil pengukuran jala-jala PLN sesudah
perbaikan:
Tabel 4.5 Hasil
pengukuran jala-jala PLN sesudah perbaikan
|
No |
Titik pengukuran |
Hasil pengukuran |
Rata-rata |
Referensi |
||
|
1. |
TP 1 Jala-jala PLN |
I |
II |
III |
220 VAC |
220 VAC |
|
220 VAC |
220 VAC |
210 VAC |
||||
Presentase kesalahan pada output jala-jala PLN
= (Hasil Ukur - Referensi / Referensi ) x 100%
= (220-220/220) x 100%
= 0 x 100%
= 0%
Gambar 4.5 Pengukuran jala-jala PLN
Berikut merupakan tabel 4.6 hasil pengukuran fuse sesudah dilakukannya perbaikan:
Tabel 4.6 Hasil
pengukuran fuse sesudah perbaikan
|
No |
Titik
pengukuran |
Hasil pengukuran |
Rata-rata |
Referensi |
||
|
1. |
TP 2 FUSE |
I |
II |
III |
220 VAC |
220 VAC |
|
210 VAC |
220 VAC |
210 VAC |
||||
Presentase
kesalahan pada output fuse setelah perbaikan
= (Hasil ukur - Referensi / Referensi) x 100%
= (220-220/220) x 100%
= 0 x 100%
= 0%
Gambar 4.6 Pengukuran fuse setelah perbaikan
Berikut merupakan tabel 4.7 hasil pengukuran transistor setelah perbaikan:
Tabel 4.7 Hasil
pengukuran transistor setelah perbaikan
|
No |
Titik pengukuran |
Hasil pengukuran |
Rata-rata |
Referensi |
||
|
1. |
TP 3 Transistor |
I |
II |
II |
220 VAC |
220 VAC |
|
220 VAC |
220 VAC |
220 VAC |
||||
Presentase kesalahan pada output transistor setelah perbaikan
= (Hasil Ukur - Referensi / Referensi ) x 100%
= (220 - 220 / 220) x 100%
= 0 x 100%
= 0%
Gambar 4.7 Pengukuran transistor sesudah perbaikan
Berikut merupakan tabel 4.8 hasil pengukuran kapasitor setelah perbaika:
Tabel 4.8 Hasil
pengukuran kapasitor sesudah perbaikan
|
No |
Titik pengukuran |
Hasil pengukuran |
Referensi |
Referensi |
||
|
1. |
TP 4 Kapasitor |
I |
II |
III |
220 VAC |
220 VAC |
|
220 VAC |
220 VAC |
220 VAC |
||||
Presentase kesalahan pada output kapasitor setelah perbaikan
= (Hasil ukur - Referensi / Referensi ) x 100%
= (220 - 220 / 220 ) x 100%
= 0 x 100%
= 0%
Gambar 4.8 Pengukuran kapasitor sesudah perbaikan
Berikut merupakan tabel 4.9 hasil pengukuran output trafo setelah
perbaikan:
Tabel 4.9 Hasil
pengukuran output trafo sesudah
perbaikan
|
No |
Titik pengukuran |
Hasil pengukuran |
Referensi |
Referensi |
||
|
1. |
TP 5 Output trafo |
I |
II |
III |
9 VAC |
9 VAC |
|
9VAC |
9VAC |
9VAC |
||||
Presentase kesalahan pada output power supply setelah perbaikan
= (Hasil ukur-referansi / referensi) x 100%
= (9-9 / 9 ) x 100%
= 0 x 100%
= 0%
Pengukuran yang dilakukan pada TP 5 bertujuan untuk
mengetahui nilai tegangan keluaran trafo setelah fuse diperbaiki menghasilkan
nilai pengukuran 9VAC juga 0% presentase
nilai kesalahan . Berikut merupakan gambar 4.9 hasil pengukuran pada output
powerr supply.
Gambar 4.9 Pengukuran Output trafo
4.5.2
Hasil data uji fungsi alat oxygen
consentrator merk sequal type integra
Setelah melakukan perbaikan penulis menguji fungsi alat
untuk memastikan bahwa alat sudah siap digunakan dengan cara mengoperasikan
alat oxygen consentrator merk sequal type
integra dengan hasil yang sesuai pada manual
service yang dapat dilihat pada tabel 4.10 sebagai berikut.
Tabel 4.10 Hasil uji fungsi alat
|
Tampilan flowmeter |
Lampu Hijau |
Lampu kuning |
Lampu merah |
Alarm |
Status alat |
Kondisi saat alat beroprasi |
|
- |
Mati |
Mati |
Mati |
Mati |
Tidak ada tegangan |
Unit tidak beroperasi |
|
- |
Mati |
Mati |
Mati |
Mati |
Ada tegangan |
Unit tidak beroperasi |
|
Hidup |
Nyala |
Nyala |
Nyala |
Hidup selama 3 detik |
Mulai beroperasi |
Alat beroperasi |
|
Hidup |
Nyala |
Nyala |
Nyala |
Bunyi berkala |
Beroperasi |
Alat melakukan pemanasan |
|
Hidup |
Nyala |
Nyala |
Mati |
Bunyi berkala |
Beroperasi |
Alat melakukan pemanasan |
|
Hidup |
Nyala |
Mati |
Mati |
Mati |
Beroperasi |
Kondisi alat beroperasi dengan normal |
Berdasarkan tabel 4.10 hasil data dari ujing alat oxygen consentrator mek sequal type integra
menunjukkan bahwa alat sudah sesuai pada data dimanual service alat tersebut.
Adapun Keterangan dan penjelasan dari tabel 4.10 diatas
akan disajikan penulis sebagai berikut:
1.
Keterangan
-
Tampilan flow meter, menunjukkan nilai indikator flow meter saat alat beroperasi
-
Lampu hijau, menandakan jika alat beroperasi dengan normal dan oksigen yang
dikeluarkan tidak mengandung zat berbahaya.
-
Lampu kuning, sebagai indikator peringatan jika oksigen yang dikeluarkan
mendekati nilai konsentrasi minimum.
-
Lampu merah, indikator bahwa alat tidak beroperasi dengan baik dan oksigen
yang dikeluarkan dibawah nilai minimum konsentrasi oksigen.
-
Alarm, menandakan saat alat baru pertama dinyalakan dan sebagai peringatan
jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
2.
Penjelasan
Jika alat baru dinyalakan semua lampu akan menyala dan
alarm akan berbunyi selama tiga detik. Setelah alat beroperasi lampu yang akan
menyala hanyalah lampu warna hijau dan bunyi alarm akan mati, alat beroperasi
normal dan oksigen yang keluar sudah memenuhi nilai konsentarsi oksigen (91%)
akan ditandakan lampu hijau yang menyala.
Lampu kuning akan menyala jika nilai konsentrasi oksigen
mendekati niai minimum konsentrasi oksigen biasanya juga ditandai dengan alarm
bunyi berkala, lampu kuning akan mati dengan sendirinya dan berubah menjadi
warna hijau jika oksigen yang dikeluarkan sudah normal kembali atau yang
dikeluarkan alat adalah oksigen murni.
Lampu merah akan menyala jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pengoperasian alat seperti suhu alat terlalu panas atau oksigen yang dikeluarkan alat dibawah nilai minimum konsentrasi oksigen.
BAB V
PENUTUP
Setelah melakukan analisa dan perbaikan alat Oxygen consentrator merk sequal type integra
maka dalam pembuatan karya ilmiah penuli dapat menarik kesimpulan dan
memberikan saran yang akan dikemukakan sebagai berikut.
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa, perbaikan dan pengujian maka
penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Dalam melakukan identifikasi dan analisi kerusakan pada alat oxygen
consentrator merk sequal type integra, dilakukan dengan beberapa tahap yaitu
pertama dengan cara pengecekkan input jala-jala PLN, kedua pengecekkan pada
input fuse fuse, ketiga pengecekkan input transistor, keempat pengecekkan pada
arus tegangan yang masuk ke kapasitor, kelima pengecekkan outpu tegangan dari
rangkkaian power supply. Pada tahap ini ditemukan kerusakan komponen fuse siba
T 10 A dan transistor MAC210A8 yang tidak mengeluarkan tegangan atau rusak,
kemungkinan disebabkan karena alat terlalu sering dipakai sehingga suhu alat
taerlalu panas dan mengakibatkan komponen rusak, atau bisa juga terjadi
lonjakan tegangan atau terjadi konsleting yang mengakibatkan komponen rusak.
2. Perbaikan pada rangkaian powe supply dilakukan dengan mengganti komponen
fuse siba T 10 A dan transistor MAC210A8 telah berhasil dengan mendapatkan
nilai tegangan 220VAC karena sesuai dengan nilai spesifikasi yang dibutuhkan
alat oxygen consentrator alat telah berhasil diperbaiki.
3. Setelah dilakukannya perbaikan penulis melakukan uji fungsi alat oxygen consentrator merk sequal type integra yaitu dengan cara mengoperasikan dan menyamakan data pada manual service dan melakukan pengukuran ulang pada TP 1 jala-jala PLN dengan hasil tegangan 220VAC dan presentase kesalahan sebesar 0%, TP 2 fuse menghasilkan nilai tegangan 220VAC dan nilai presentase kesalahan sebesar 0%, TP 3 transistor menghasilkan nilai ukur 220VAC presentase kesalhan 0%, TP 4 kapasitor menghasilkan nilai keluaran 220VAC dan presentase kesalhan 0%, TP 5 output trafo menghasilkan nilai tegngan 9VAC dan nilai presentase kesalahan sebesar 0%. Untuk mengetahui alat sudah dapat beroperasi dan dapat digunakan kembali.
5.1 Saran
Pembuatan karya ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna,
terdapat berbagai kekurangan. Untuk peulis memberikan saran apabila penelitian
ini akan dikembangkan. Berikut saran dari penulis :
1. Penggantian komponen harus berhati-hati
dan sesuai dengan prosedure alat agar kinerja alat tetap baik saat
digunakan.
2. Alangkah baiknya uji fungsi lebih detai lagi, agar mendapatkan data yang
memuaskan.
3. Untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan alat oxygen consentrator dengan merk yang berbeda dan memiliki kerusakan pada blok dan komponen lainnya agar dapat dijadikan evaluasi perbandingan dari tahun ketahun.
DAFTAR PUSTAKA
Agmmedica.com (2019, Agustus). Fungsi Oxygen Consentrator (online),
(https://agmmedica.com/fungsi-oxygen-concentrator/)
Dian Safitri (2019, Juni) Makalah praktikum oxygen consentrator (online),
(https://id.scribd.com/document/413756532/Oxygen-Concentrator)
Hospital care for children (2016) Terapi pemberian oksigen (online),
(https://www.ichrc.org/107-terapipemberian-oksigen)
Sentralakses.com (2019, November).Penjelasan lengkap tentang alat alat oxygen consentrator (online),
(https://sentralalkes.com/blog/oksigen-concentrator/)
Sequal (2011, Maret) intruction manual oxygen consentrator sequal integra.
(Sequal Co., Ltd.)
Sequal (2011, Desember) Integra E-Z Oxygen Concentrator Service Manual.
(Sequal Co, Ltd.)
0 Response to "KARYA TULIS ILMIAH OXYGEN CONCENTRATOR"
Posting Komentar